S3v3n

371 30 14
                                        

Bagi kalian yg blm cek ulang chp 6,harap di cek ulang,soalnya alurnya ak ganti,kalo kalian ga baca chp 6 dlu ak takut kalian gapaham sm alurnya,ok!:))

semoga di chap ini ga ada kesalahan teknis apapun:((

Happy reading

Enjoy it!















...

Jika kalian tanya apa yang Jaehyun suka dari Yugyeom,maka pria berkulit pucat itu akan menjawab 'tak tau'. Karna memang sampai sekarangpun ia tak tau kenapa ia memiliki ketertarikan lebih pada si manis bertubuh proporsional itu.

Jaehyun itu pria yang masih percaya dengan kalimat 'Cinta tak butuh alasan',sejujurnya awalnya Jaehyun tak menyangka bahwa ia memiliki orientasi seks 'menyimpang',karna memang pria pucat itu tak pernah jatuh cinta pada siapapun. Singkatnya Jaehyun itu mencintai Yugyeom,karna dia Yugyeom,bukan karna ia laki-laki atau perempuan.

Bahkan jika kalian tanya alasan kenapa Jaehyun pindah jurusan dan rela mengulang dari awal, maka si Jung itu dengan senang hati menjawab 'karna Yugyeom- ku '. Bahkan saat ia masih di jurusan kedokteran Jaehyun dengan senang hati mendekati pemuda dingin berkulit tan- Kim Mingyu demi mendapatkan banyak informasi tentang si manisnya.

Jaehyun mulai menyukai Yugyeom itu sejak 6 bulan yang lalu,saat ia tak sengaja melihat Yugyeom sedang membantu seorang anak kecil yang kesusahan menyebrang,sejak saat itu Jaehyun mulai gencar untuk memerhatikan cantiknya,bahkan ia menjadi paparazi dadakan saat melihat Yugyeom,tepat bulan ke empat ia meyakinkan hatinya untuk pindah jurusan dan mendekati Yugyeom secaran langsung.

Pemuda Jung itu menyandarkan punggung tegapnya di dinding koridor,ia sedang menanti kelas Yugyeom selesai,ia ingin mengajak pemuda manis itu makan siang dengan sedikit alasan 'mengembalikan hoodie' yang ia pinjam.

Jaehyun menegakan punggungnya netra menerawang saat kelas yang ia tunggu sudah bubar. Tapi ada yang aneh,saat semua sudah keluar, orang yang dicarinya tak kunjung menampakan batang hidungnya. Jaehyun menghela nafas, apa manisnya tak masuk? apa ia sakit? Jaehyun jadi menyesal tak meminta nomor ponsel Yugyeom kala itu.

Dengan wajah lesu Jaehyun mulai melangkah,hancur sudah bayangannya yang akan mengabiskan waktu bersama dengan manisnya. Langkah Jaehyun terhenti di taman belakang fakultasnya karna mendengar suara tangisan lirih,ia bergidik ngeri saat mendengarnya, sekarang sudah sore langit pun mulai menggelap membuat atmosfer sekitar menjadi mencekam. Tapi pada dasarnya Jaehyun itu memiliki rasa penasaran yang besar pada akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju sumber suara.

Jaehyun tau betul punggung bergetar itu,sosok yang ia cintai sedang menangis pilu,ia mendudukan dirinya di bangku taman di mana Yugyeom duduk. Yugyeom merasakan ada pergerakan di sampingnya lantas mendongak melihat siapa yang duduk di sampingnya. "Ingin sebuah pelukan?," Jaehyun merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum menenangkan.

Yugyeom tidak berkata-kata langsung membenamkan tubuhnya di pelukan hangat Jaehyun,ia menangis keras,begitu menyayat hati. Bahkan secara tak sadar Jaehyun ikut menitikan air matanya. "Keluarkan semuanya aku bersamamu,tak perlu khawatir." Jaehyun mengusap penuh kasih sayang punggung bergetar Yugyeom.

Yugyeom berhenti menangis,Jaehyun melepaskan pelukannya,ia perhatikan lamat-lamat wajah sembab Yugyeom,Jaehyun sesak melihatnya hatinya bagai tercubit tangan tak kasat mata. "Ingin cerita?," tanya Jaehyun sambil mengusap pelipis Yugyeom yang berkeringat. "Terimakasih," Yugyeom kembali memeluk Jaehyun. Di balik pelukannya Yugyeom tersenyum. "Rasanya nyaman,hangat,aku suka," sambung Yugyeom lagi masih dengan memeluk Jaehyun.

Jaehyun merasakan jantungnya dua kali lebih cepat berdetak,bohong jika ia tidak bahagia. "Kau bisa datang kapanpun padaku,jika kau butuh pelukan." Yugyeom melepaskan pelukannya,mengusap wajahnya yang masih basah karna air mata. "Bagaimana sudah lebih baik?." Yugyeom mengangguk,Jaehyun tersenyum menanggapinya.

"Ah iya ini hoodiemu."Jaehyun memberikan paperbag hitam yang sedari tadi ia genggam,Yugyeom menerimanya sambil menggumamkan kata 'Terimakasih'. Yugyeom mendekatkan tubuhnya ke tubuh Jaehyun ia tatap lamat-lamat mata indah Jaehyun, Jaehyun dibuat salah tingkah olehnya, wajahnya terasa sangat panas ia yakin pasti wajahnya sudah memerah padam. "Jaehyun? boleh aku tanya sesuatu?." Jaehyun beringsut mundur lalu mengangguk kaku.

Yugyeom menunduk lalu meremat tali paperbag yang sedang ia genggam. "Aku dengar bahwa kau menyukai Mingyu,apakah itu benar?." Jaehyun terdiam sejenak,ia berfikir kenapa Yugyeom bertanya seperti itu pada dirinya,apa mungkin Yugyeom cemburu?

Jaehyun membenarkan posisi duduknya lalu berdeham singkat,mungkin ini saatnya ia mengungkapkan yang sebenarnya. "Mana mungkin aku menyukai Mingyu." Jaehyun terkekeh kecil "aku suka yang manis sepertimu,bukan yang menyeramkan seperti Mingyu," lanjut Jaehyun, Yugyeom yang mendengarkan penuturan Mingyu lantas menegakan kepala menatap sang lawan bicara. "Maksudmu?" Yugyeom dengan wajah penuh tanya.

Jaehyun menghela nafas panjang,ia yakin ini saatnya ia jujur. "Aku mencintaimu Kim Yugyeom," Jaehyun menengadahkan kepalanya memandang langit senja, "aku mendekati Mingyu hanya agar aku tau banyak tentangmu,bukan karna aku menyukai Mingyu."









"Aku mencintaimu"

-Jung Jaehyun-


































JUKI MANA JUKI,INI DEK YUGI UDH MULAI BAPER SM MAS JEPRI,ATI-ATI BANG DITIKUNG MAS JEPRI TAU RASA KAMU!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 25, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

I'll be here Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang