Pertemuan

1.7K 236 14
                                        

{Happy reading arblink}

☘️


Ada perubahan sedikit dari sebelumnya😁

“Aissh.., dimana aku meletakkan buku itu?” lisa nampak mengobrak-abrik isi loker miliknya. Heboh sendiri saat benda yang ia cari tak kunjung ditemukan. Sekali lagi, dengan antusiasme ia membuka satu persatu tumpukan buku disana, hingga menemukan sesuatu yang—ia rasa bukan miliknya.

“Apa ini?” membuat jemari sang gadis meraihnya dengan tatapan bingung. Ia melirik kekanan dan kekiri, juga sedikit mengintip suasana luar kelas dari pintu berkaca. Sepi tak ada orang. Ini jam-jamnya siswa-siswi pulang kedorm masing-masing. Jinjja, sepucuk amplop yang ia temukan ini sungguh meninggalkan seabrek rasa pensaran dalam dirinya. Tanpa pikir panjang, lisa merobak tepi amplop itu dan mengeluarkan selembar kertas dari sana.

“To: Lalisa” ucapnya lantang. “Halo, ini Horror Times” membuat alisnya bertaut sebentar. “Kami mengundang anda untuk mengikuti tantangan #JourneyToDorm, yang bertempat di Gwangju. Ini adalah tantangan uji nyali dengan bayaran yang cukup besar. Kami sangat mengharapkan kehadiran anda untuk rapat bersama di Coffee break Hanlim city pada hari Minggu, 21 April 2019.”

“Surat ini tidak salah kirim kan? Uji nyali?” Lisa tiba-tiba saja terkikik geli. Jangankan pergi ke tempat seram, berkaca di kamar mandi saja pikirannya sudah melayang entah kemana. Membayangkan seorang perempuan bergaun putih berdiri di belakangnya, memanggil nama, dan mencabik cabik tubuhnya. So scary.

Ia menggedikkan bahu, menentang tas birunya keluar dan tersenyum disela-sela ucapannya. “Apa salahnya keluar dari zona nyaman bukan?”

💜

21 april 2019

Lets kill this love!!! Yeah yeah yeah yeah yeah, rum pum pum pum pum

Dentuman musik yang keras itu membuat Rose tidak tahan untuk menarikan koreografi yang ia tahu. tubuhnya meliuk liuk dengan lincah di depan kaca kamarnya. Oh iya, ngomong-ngomong tentang kamar. Rose sudah kembali kerumah. Hanlim school dinyatakan libur untuk semester pertama ini. Liburan panjang menanti, pikirnya. Dering notifikasi membuat rose berhenti, menyentak keras handphone diatas kasur agar segera berpindah ketangan. Ia tersenyum.

ParkChimchim: Aku sudah di depan.

Fine! Itu dari jimin. Pesan dari Pemuda yang ia panggil teman itu, membuat rose beranjak keluar. Menuruni tangga, membuka pagar rumahnya, saat mendapati mobil yang familiar sudah terparkir disana. Rambut pirangnya mengayun lembut saat Rose berlari kecil memasuki mobil Jimin. “Kajja!”. Rose menarik seatbelt dan jimin mulai menginjak gas nya pelan.

💜

Di sebuah cafe yang cukup ramai, coffe break yang mereka tahu,  Jimin dan Rose duduk berhadapan di dalamnya. Mata kedua orang itu, menyusuri setiap pojok kafe yang bertema santai. saling mencari 'seorang manajer’ yang membuat mereka datang ke sini.

“Jimin, apa kau melihatnya?” Rose menunjuk pada sebuah meja besar, terdapat tiga lelaki yang duduk disana. Satu diantaranya memiliki ciri-ciri orang yang mereka cari. “Sepertinya benar.” balasnya menatap Rose.

“Tanyakan saja.”

“Hey, aku tidak tahu namanya.” Sanggah jimin. Rose pun mengernyit, ia pun tidak tahu  dengan siapa mereka diundang ke tempat ini. Gadis itu mengeluarkan ponselnya, mengecek email untuk mencari tahu nama pengirim undangan rapat. Sekitar empat hari yang lalu, bahkan sebelum libur sekolah sebuah pesan misterius masuk kedalam email milik rose. Nama surelnya hanya menjelaskan kegiatan yang menawarkan untuk kerja sama.

The Haunted Dorm [BPxBTS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang