Italian untuk ke-enam member.
Bold untuk Suga.
{Happy reading arblink🤗}
Saat semua orang sudah masuk kedalam, mereka ber-enam dihadapkan dengan ruangan lobi yang besar. Sedikit keheranan, lantai dua ternyata memiliki lobi, dan itu lumayan lebar. Dorm ini memang pernah berjaya pada masanya, terdaftar jadi agensi lima besar di Korea Selatan.
Kamera VR cekung milik Taehyung memperlihatkan segala kekelaman ruangan tersebut secara tersirat. Dan penonton live Youtube bisa melihat apa yang ke-enam member horror Times lihat. Seluruh kamera, sudah di setting untuk terhubung ke monitor Suga.
"Taehyung stand by."
"Dan mulai,"
"Waktu saat ini, 12.04 malam. Akhirnya kami masuk kedalam gedung dorm tua ini."
Kamera utama, milik Jimin mengarah pada Taehyung. Pemuda itu beralih tugas untuk menjadi host pada lobi lantai dua. Dan sisanya, ke-lima orang lain berdiri dibalik punggung Jimin. Mengamati barang-barang yang berada disana.
"Hey, lihat." Suara Jennie mengintruksi. Membuat Taehyung menyelesaikan bicaranya, dan beberapa dari mereka mulai mendekat.
Gadis itu menyorotkan senter miliknya pada sebuah dinding kusam.
Rose, dari balik kamera yang tengah dioperasikan mulai mengeja, "누가 안어 살고 잇음"
"Seseorang tinggal disini."
Jennie, Lisa, juga Rose saling memandang satu sama lain.
"Suasana mengerikan."
"Mengerikan apanya?" Lisa berucap.
"Tidak seram? Apa kau gila."
"Aku tidak menanggung bila terjadi apa-apa. Mulut kalian seperti sampah." Sarkas Jennie.
Dia mematikan senternya. Tersisa cahaya dari kamera Jimin juga Rose yang menyala. Jungkook diperintahkan oleh Suga hanya merekam tanpa menambah pencahayaan. Dengan dua senter kamera, lobi besar ini terlihat lebih bersahabat. Meskipun begitu banyak barang-barang bercerai-berai di lantai. Memenuhi lobi, membuat aura semakin mencekam ditambah dinding-dinding yang tampak rapuh dipenuhi noda tanah.
Tanah? Tapi ini lantai dua.
Jungkook menyorot kamera keatas. Atap lobi terlihat bolong namun masih tampak berdiri kokoh. Disela-sela nya, ada rembesan air yang jatuh kelantai. Jungkook terus menyorot seiring langkah berjalan mereka yanh masuk lebih dalam.
"Ini koridor lantai dua kan?"
Lisa memendarkan senter diantara kedua sisi lorong tersebut. Ada pintu-pintu ruangan yang tertutup, lantainya dipenuhi sampah dan beberapa air yang tergenang.
"Apakah ada orang?" Lisa berteriak. Suaranya bergema. Menunjukkan koridor yang mereka lalui begitu amat panjang.
"Jangan buat aku serangan jantung Lisa."
"Dasar, oppa Kim Taehyung penakut." Lalu diiringi suara decih-an dari mulut gadis itu.
"Hey, kamu lupa aku ini partner mu."
"Terserah."
"Bisa kita lanjut? Aku sungguh penasaran."
"Oh Jungkook, boleh kupanggil Jk saja? Namamu kepanjangan."
"Iya. Silahkan."
"Suasana horornya jadi hilang karena perbincangan kalian."
"Come on Jennie. Aku tahu kamu suka berburu hantu. Tapi jangan kaku-kaku lah."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Haunted Dorm [BPxBTS]
Fanfiction"Oppa, sadarlah kumohon.." Hawa dingin semakin mencekam. Lantai yang becek oleh darah, menimbulkan misteri dan teka teki. Kepingan foto, suara decit kaki, dan sebuah boneka yang tergeletak. Semua kejadian yang mereka alami tidak akan bisa dikatakan...
![The Haunted Dorm [BPxBTS]](https://img.wattpad.com/cover/183255495-64-k146567.jpg)