Rista memandangi wajahnya sekali lagi di depan cermin.
Aku terlihat seperti seorang pelayan, sedangkan Leury terlihat seperti seorang putri kerajaan.
Rista mencuci mukanya di wastafel dan mengelap mukanya dengan tisu. Ia menutup matanya dan berfikir bahwa Leury tidak mungkin mempunyai hubungan khusus dengan Cogorsky Hary.
Rista berjalan keluar wc dan kembali ke ruangan pesta. Tapi ketika ia membuka pintu wc, ia langsung berhadapan dengan Cogorsky yang ingin ke wc juga.
“Hai, Jey!” sapa Cogorsky sambil tersenyum manis kepada Rista.
“Hai!” balas Rista sambil tersenyum paksa.
Setelah itu, Rista langsung berjalan ke arah tempat duduknya semula. Disana ada Leury yang sedang duduk.
“Hai, Rista. Kau kemana saja. Aku mencarimu dari tadi. Nanti akan ada pembagian hadiah untuk kau dan juga Cogorsky.”
“Hadiah?” tanya Rista sambil duduk di sebelah Leury.
“Ya, karena aku telah memilih kalian berdua sebagai teman dekatku. Dan nanti kalian akan berfoto bersama. Itulah sebabnya aku memilih Cogorsky. Hebat bukan? Kau akan mendapat kesempatan berfoto sama Cogorsky, Ris!”
Rista berfikir sejenak dan ia baru menyadari bahwa Leury sengaja memilih Cogorsky bukan karena ia menyukai Cogorsky. Tapi itu demi Rista agar ia bisa berfoto dengan Cogorsky.
Rista tersenyum senang dan mengutuk dirinya sendiri karena telah berburuk sangka terhadap sahabatnya.
“Terima kasih banyak, Leury!”
“Ya, dan kau memang tertarik padanya, Ris! Aku benar!”
Rista tertawa karena yang dikatakan Leury memang benar. Ia tertarik pada pria yang bernama Cogorsky Hary sejak pertama kali ia melihat pria itu.
Tak lama kemudian MC mengajak para hadirin untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh keluarga Leury.
~~~
Setelah acara makan-makan saatnya acara ‘Pemilihan The Prince’. Pemilihan The Prince artinya MC akan mengundi 1 nama pria untuk Leury pada malam hari ini melalui sebuah kotak, dan mereka harus menyanyikan lagu bersama.
“Baiklah semua para lelaki ganteng di sini, siapkan hati kalian karena salah satu dari kalian akan terpilih sebagai The Prince for Princess Leury. Kalian juga harus menyiapkan sebuah lagu yang sekiranya Princess Leury ketahui, untuk dinyanyikan berdua. Kalian paham maksudnya?”
Tiba-tiba saja Digor mengangkat tangannya.
“Oh, ya pria yang di sana silahkan berdiri memperkenalkan diri dan silahkan bertanya.”
“Nama saya Digory Stevan, biasa di panggil Digor. Apakah The Prince akan mendaparkan hadiah nantinya?”
“Ya, tentu saja. Hadiahnya yaitu ‘The Prince’ boleh mengajak Princess Leury untuk ngedate selama sehari. Tapi kalau tidak mau juga tak masalah. Ini merupakan permintaan dari seorang Leury yang masih jomblo.”
Seluruh orang tertawa. Leury hanya tersenyum malu-malu.
“Baiklah, saya akan mengambil sebuah kertas dari kotak ini. Nama yang saya sebut dapat maju ke depan dan memberikan lagu kepada saya untuk dinyanyikan berdua.”
MC mulai mengaduk aduk kertas di dalam kotak. Semua pria di ruangan ini sangat menginginkan posisi ‘The Prince’. Bagaimana tidak, Leury merupakan perempuan yang pintar, bertalenta, dan juga cantik.
Ketika MC tersebut sudah mengambil 1 kertas di dalam kotak itu. Ia mengangkatnya dan membuka kertas itu secara perlahan.
“Santai aja, jangan terlalu tegang banget ya. Muka sudah pada mau buang air besar semua.”
Seketika ruangan yang tegang tadi berubah menjadi rileks.
“Baiklah. The Prince for Princess Leury today is...”
Semua orang sudah bersorak-sorak.
“Saya belum memanggil namanya sudah ada aja yang sorak-sorak,” ucap MC tersebut kesal.
Semua orang tertawa dan kembali diam.
“The Prince for Princess Leury today is Jhonathan Joronel!”
Semua orang bukannya bersorak tapi malah tertawa. Jhonathan Joronel merupakan pria ingusan yang kerjaannya hanya memandangi komik setiap harinya.
“Jhonathan Joronel, ada?”
Karena tidak ada yang menjawab, maka MC mengambil 1 nama lagi di dalam kotak.
“The Prince for Princess Leury today is Cogorsky Hary!”
Kali ini semua orang bersorak dengan keras. Rista terdiam di tempat duduknya dan memandangi Leury yang tersenyum lebar. Ntah perasaannya saja, atau Leury memang tampak senang sekali Cogorsky terpilih.
Cogorsky naik ke atas panggung. Saat sampai di depan Leury, ia tersenyum tipis.
“Baiklah, Prince Cogorsky dan Princess Leury. Silahkan kalian memilih 1 lagu untuk kalian nyanyikan.”
“Saya menyarankan lagu Photograph – Ed Sheeran. Bagaimana Leury?” tanya Cogorsky kepada Leury.
“Boleh.”
“Baiklah. Marilah kita sambut, Prince Cogorsky and Princess Leury!”
Loving can hurt
Loving can hurt sometimes
But it’s the only thing that i know
Seluruh orang di ruangan itu bertepuk tangan dengan meriah, karena itu pertama kalinya mereka mendengar suara Cogorsky saat sedang bernyanyi.
When it gets hard
You know it can get hard sometimes
It is the only thing that makes us feel alive
We keep this love in a photograph
We made these memories for ourselves
Where our eyes are never closing
Hearts are never broken
Times forever frozen still
Cogorsky memegang tangan Leury layaknya pasangan yang sangat serasi.
So you can keep me
Inside the pocket
Of your ripped jeans
Holdin’ me closer
‘Til our eyes meet
You won’t ever be alone
Wait for me to come home
Semua orang menatap mereka berdua layaknya pasangan yang sedang saling jatuh cinta. Mereka sangat serasi saat menyanyikan lagu itu. Rista hanya bisa tersenyum. Ia tau bahwa pemilihan prince itu tidak disengajai mendapat nama Cogorsky. Tapi semakin lama Rista melihat mereka berdua di atas panggung, semakin Rista merasa minder dengan dirinya sendiri.
Ia bukan perempuan yang dengan mudahnya dapat mengambil perasaan seorang laki-laki tampan seperti Cogorsky. Ia bukan Leury yang sangat sempurna. Ia hanya seorang Rista yang beruntung dapat dilahirkan di dunia.
Ia tau Leury tidak menyukai Cogorsky. Tapi dengan melihat tatapan Cogorsky kepada Leury, itu sudah cukup menunjukkan bahwa Cogorsky memiliki perasaan khusus kepada sahabatnya itu.
Dan Rista tau bahwa percintaannya kali ini akan berakhir akibat ia bertepuk sebelah tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Some Memories
RomanceMenceritakan seorang perempuan sederhana dengan kehidupan yang tidak sederhana. Sebagian cerita merupakan kisah nyata seorang penulis.
