Rista Jey, seorang siswi di SMA Xaverius 1, yang saat ini sedang berlari menuju kelasnya yang lumayan jauh dari pagar sekolah. Ketika sudah dekat dan tanda kelas 10 IPS 1 terlihat, Rista menambah kecepatan larinya. Ia mengetuk pintu dan melebarkan matanya ketika melihat Pak Sudiro menatapnya seolah ia melakukan kesalahan yang sangat fatal.
"Maaf saya terlambat, pak!" seru Rista.
Pak Sudiro tidak mengatakan apa-apa, lalu dia melihat ke jam tangannya yang berwarna coklat tua. Dalam hati Rista berharap Pak Sudiro tidak marah dan mau mengizinkannya masuk ke dalam kelas.
"Kau sudah telat 15 menit. Kemana saja kamu?" tanya pak Sudiro.
"Aku benar-benar minta maaf, pak. Tadi pagi aku mencari ojek tetapi tidak ada satu pun terlihat. Dan ojeknya baru muncul 5 menit sebelum bel masuk."
"Kau kubolehkan masuk ke dalam kelas kali ini."
"YES!"
"Aku belum selesai berbicara, Rista."
"Oh, ya. Maaf, pak!" ucap Rista sambil menundukkan kepala.
"Sekali lagi kau telat, maka kau tidak boleh mengikuti pelajaranku selama 1 semester. Kau mengerti? Ini tahun ajaran baru dan di bulan pertamamu kau sudah telat masuk. Bagaimana nanti... Rista?"
Rista tidak menjawab karena ia sibuk melihat seorang laki-laki yang berlari ke arah kelasnya. Laki-laki itu tidak terlalu tinggi, rambutnya agak kecoklatan, dan matanya hitam pekat.
Siapa laki-laki ini?
"RISTA!"
Rista tersadar ketika tiba-tiba saja Pak Sudiro berteriak di dekat telinganya.
"Eh ayam, pak!"
"Apanya yang ayam, ha? Cepat masuk dan jangan memandangi Cogorsky terus!"
"Apa? Cogorsky?" tanya Rista sambil menunjuk laki-laki itu.
"Cepat masuk!"
Rista melirik laki-laki yang bernama Cogorsky itu, lalu ia langsung berjalan ke arah tempat duduknya yang di sebelahnya ada Leury.
"Hai," sapa Leury setelah Rista duduk di sebelahnya.
"Hai. Aku benar-benar letih sekali berlari dari pintu gerbang sekolah. Aku bingung kenapa pintu gerbang dibuat sejauh mungkin dari kelas. Apa sekolah sengaja agar siswa-siswi dapat terlambat masuk sekolah? Oh, sungguh menyebalkan."
"Dari pada kau sibuk memarahi pintu gerbang sekolah, lebih baik kau dengar berita baru yang sangat hot di sekolah ini tadi pagi," ucap Leury dengan mata berbinar.
Rista menatap Leury dengan seksama, tidak biasanya Leury heboh seperti ini.
"Apakah seheboh itu?"
"Ya, dan aku yakin kau pasti akan terkejut mendengarnya."
"Surprise me!"
"Laki-laki yang bernama Cogorsky itu anak IPA 3."
"I'm not surprised."
"Tapi aku belum selesai bicara."
"Kau bisa melanjutkannya nanti, Leury. Aku tidak mau dimarahi Pak Sudiro lagi."
Leury menahan tertawa dan meninju-ninju pelan lengan Rista.
"Aku tau kau tertarik pada Cogorsky. Kau tidak pernah terdiam melihat seorang pria sampai kau mengabaikan orang yang berbicara padamu. Dan ya, Cogorsky memang menarik karena ia cukup tampan. Sangat tampan mungkin bagimu?"
"Aku sudah bilang padamu. You can continue later!"
Tiba-tiba saja Rista merasa pundaknya ditepuk oleh seseorang dari belakang. Ia menghadap ke belakang dan di sana ada Pak Sudiro yang menatapnya dan Leury dengan tajam.
"Kau harusnya bersyukur karena aku memberimu izin untuk masuk ke dalam kelas. Dan sekarang kau malah asik berbicara dengan temanmu? Kau mau kuhukum, Rista?" tanya Pak Sudiro dengan pelan tapi sangat menusuk.
"Sial, seharusnya bapak juga memarahi Leury!" ucap Rista dalam hati.
"Aku menunggu jawabanmu, Rista."
"Tapi Leury yang mengajakku berbicara, pak. Kenapa bapak hanya menyalahkanku saja?"
"Kalau Leury mengajakmu bicara, kenapa kamu harus membalas perkataannya?"
Rista hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Pak Sudiro. Kemudian Pak Sudiro berjalan ke arah mejanya dan kembali menjelaskan materi.
Rista melirik ke arah Leury dan mengira dia akan memberikan tatapan maaf. Dan yang Rista lihat Leury hanya menahan tertawa.
Dasar anak kesayangan Sudiro!
April 30th, 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
Some Memories
RomansaMenceritakan seorang perempuan sederhana dengan kehidupan yang tidak sederhana. Sebagian cerita merupakan kisah nyata seorang penulis.
