Kuharap kalian bahagia

27 2 0
                                        

Hai dear...

Apa kabarmu? Ini udah berapa tahun ya sejak kita memilih arah berlawan? 3 tahun? Yap... Dan aku baru memberanikan diri menyapamu lagi saat ini.

Kau tahu? Aku bertemu dengan orang yang serupa denganmu. Senyumnya, gayanya, dan tawanya persis sepertimu.
Dia baik, sayang. Dia memperlakukan aku amat baik. Tanpa diminta ia akan selalu menyediakan pundaknya ketika aku merasa hariku berantakan. Ia hanya diam sampai aku siap bersuara. Ia takkan bertanya tapi dengan manisnya tersenyum dan menghapus air mataku.

Apa kau berpikiran samaa denganku dear? kau tentu tau aku bukan orang yang dengan senang hati membiarkan orang lain mengetahui aku menangis, tapi bersamanya aku tak perlu menjadi siapapun.

Hm, dear. tadinya akupun pikir begitu. Tapi kenyataannya ini salah. Ini buka cinta untuknya. Sebab, setiap tindakannya mengingatkan aku tentang dirimu. Aku tau ini terlihat jahat. Tapi memang sepertinya hatiku belum beranjak.

Dear, aku tahu kau telah bahagia bersamanya. Tapi aku menulis ini hanya sekedar untuk mengakhiri luka. Aku ingin rinduku usai, dan aku berharap yang sama pada rasaku.

Dan... selamat untuk pernikahan kalian. Aku berharap bisa berdiri dihadapanmu sekarang, lalu memberi kalian hadiah. Tapi aku takut air mataku tumpah. Jadi aku hanya bisa menulis ini. Tapi aku janji. Aku akan sembuh untuk diriku dan takkan membiarkan siapapun menyakiti aku☺

Selamat berbahagia, ya! Dapat salam dari mama. Dia bilang, dia sedih karena menantunya pergi. Hahhaha mama memang selalu begitu, dear. Terlebih kamu kan memang menantu yang dia nantikan. Tapi kamu malah memilih orang lain, bukan anaknya. Tak apa, aku sudah membuat mama mengerti keadaan kita.

Ah, iya. Sampaikan maafku pada kekasihmu, karena telah lancang menulis ini untukmu. Anyway, dia cantik dan dia menyayangimu. kamu juga cukup tampan untuk bersanding dengannya. Kalian sempurna dan kuharap kalian selalu bahagia.

-dari aku.

Unknow.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang