Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Title: Sasaeng 101 Author: @vhyra_pabbo Genre: Romance, Psikologikal, etc. Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho, Oh Sehun, Choi Youngjae Sub Cast: Krystal Jung, Lee Jieun, Lee Jong Suk, Byun Baekhyun, Hwang Hyunjin, Lee Junho OCs and etc (Sub Cast dapat berubah sewaktu waktu) Length: Chaptered
Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ bow
Happy reading!
***PART 13***
Myungsoo ingat bagaimana ia besar. Ia si anak kota yang cepat bosan. Diajak oleh Ayahnya yang dokter ke sebuah desa sejuk yang makmur. Di sana masih minim peralatan dokter yang canggih, jadi demi menyelamatkan orang-orang sakit di sana, mereka berdua pun berangkat. Mereka di sana hanya satu minggu.
Seminggu yang berjalan singkat. Dan monoton.
Mungkin.
Myungsoo ingat bagaimana Ayahnya membelikannya sebuah kamera polaroid. Menyuruh menunggunya di rumah atau berjalan-jalan di desa yang masih asri ditumbuhi pohon-pohon besar itu.
Ia ingat bagaimana kakinya sampai di sebuah pematang sawah. Ia memotret segala hal yang ada disekelilingnya.
Tapi tetap saja, rasa bosan itu seperti menggerogoti. Tak ada hal menarik dari desa itu.
Sampai dua bocah cerewet itu datang menarik perhatiannya.
Mereka tak saling sapa. Hanya diam memandangi padi yang menguning. Dua bocah cerewet yang kemudian berdiskusi. Ada jarak yang terbentang di antara mereka. Tapi mata Myungsoo tak bisa lepas bertitik ke arah itu. Bagaimana suara lucu nan menggelitik itu bisa mengebur perut Myungsoo. Ia suka sensasi itu.
Foto usang itu masih tersimpan di dalam laci kamarnya. Tertumpuk dengan barang yang lainnya.
Kamera pemberian Suzy membuatnya kembali ke masa itu.
Ia tiba-tiba ingin membuka laci mejanya, dan menarik foto lawas itu dari sana. Membersihkan debu yang mengelilinginya.
"Dia mirip sekali dengan Suzy..."
"Benar-benar... Mirip..." Ia menghirup foto itu bak heroin. Menutup sepasang matanya dengan khidmat.
Myungsoo ingat bagaimana ia bisa terpikat dalam satu pandangan saat melihat Suzy hari itu.
Hari-hari sekolah yang membosankan. Ia baru saja menginjakkan kakinya di SMA yang tak kalah membosankan. Duduk di sudut sana memandangi datar luar jendela.
Tak ada yang istimewa.
Tapi, suara cekikikan seorang gadis yang berlari di sepanjang koridor membuat matanya terbuka. Sepertinya gadis itu sedang bercanda ria dengan teman sekelasnya. Tertawa. Bahagia.