-------------------------------------------
Terkadang cinta memang tidak harus memiliki, seperti kata pepatah jika melihat orang yang kau cintai bahagia, maka kau juga akan bahagia. Namun, tidak dapat memungkiri dan memunafakikkan hati yang merasakan perih menyiksa. Cinta tidak bisa diungkapakan dengan kata, tidak bisa dilihat dan hanya mampu merasakan jika cinta hadir dalam hati. Menerima kenyataan bahwa ia terlahir bukan untuk kita miliki, namun hanya untuk kita kenal. Dia datang seperti angin, tidak terlihat namun nyata adanya. Seperti awan, terlihat, nyata namun tidak bisa kita sentuh dengan mudah.
Mencintai seseorang hanya dengan kebisuan tidaklah mudah, namun rasannya aku sudah biasa seperti ini. Aku siapa? Aku hanyalah seseorang yang selalu berdiri di belakangmu, yang hanya memoroskan tatapanku hanya padamu, yang hanya bisa mengagumimu dari kejauhan. Bertahun-tahun bukanlah waktu yang singkat, selama itu pula aku mencoba untuk menutup rapat rasa yang kini kian membuncah. Cukuplah hanya aku yang tahu, tak perlu menjadi konsumsi publik yang berlebihan. Aku terlalu biasa melakukan semua ini, hingga aku mampu menyimpannya seorang diri. Aku hanyalah gadis yang rela menunggumu tanpa kepastian, yang rela berada dalam pengabaian. Keberadaanmu selalu menjadi fokus utamaku meskipun aku hanya melihatmu dengan bentangan jarak yang jauh, entahlah rasanya aku tak bisa memalingkan netraku pada sudut pandang yang lain.
Aku bukan orang yang merasa senang ketika dirinya menjadi pusat perhatian, wajar jika kau tidak pernah melihat ke arahku. Aku bukanlah type seseorang yang membanggakan diri berada di tengah-tengah hiruk pikuk segelintir manusia, aku hanya bisa berdiri disini, ketika semua orang melangkahkan kakinya mendekatimu. Rasanya saraf otot kakiku menegang atau bahkan terlalu mengendur sehingga aku hanya bisa berdiam diri di tempat yang sama, bukan aku tidak ingin melakukan hal yang bisa dilakukan oleh orang lain, namun aku tidak memiliki keberanian yang sama seperti mereka. Aku selalu berdiri disini dengan fokus yang sama, dengan rasa yang sama, mengagumi dan mencintaimu dalam kebisuan dan dalam pengabaian, berharap kau berbalik dan melihatku dengan tatapan hangatmu. Hanya karena aku tidak bisa mengungkapkan, bukan berarti aku tidak acuh, tapi ketahuilah jika aku dianugerahi rasa cinta yang begitu dalam untukmu. Setidaknya biarkan aku terus mencintaimu dalam kebisuan, meskipun aku tahu kau tak akan menegurku dalam sebuah sapa yang menghangatkan.
Aku selalu membawamu dalam lantunan doa pada Tuhanku, meskipun kau tak sadar, ada aku yang mencintaimu disini. Rasanya tak mungkin jika kau tidak mengetahui perasaan indah yang kumiliki ini untukmu. Aku selalu berada disekitarmu, berdiri di belakangmu, memelukmu dalam sapuan doaku, dan mengiringimu dalam cinta bisu yang kumiliki. Selalu menjadi pertanyaan dalam benakku, apakah keberadaan sosokmu ini nyata adanya? Mengapa kau begitu sempurna, meskipun aku hanya dapat melihatmu dari kejauhan. Perasaan cinta ini tidak pernah salah, ini adalah anugerah rasa yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Bagiku bukan masalah jika aku hanya mencintaimu dalam seribu kebisuan, asalkan kau masih bisa kujangkau dengan pandangaku, aku rasa itu sudah cukup.
Ketahuilah, disini, dititik yang tidak pernah kau lihat, ada aku berdiri dengan rentangan tangan yang siap menyambutmu dalam pelukan. Tapi kini mungkin aku hanya akan menantimu untuk melihat ke arahku dengan senyum manis yang selalu terpeta pada wajahku.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu terdengar dan sempat mengejutkanku dari lamunan singkatku. Dengan langkah malas aku segera beranjak untuk membuka pintu. Kulihat ibuku sudah ada di depan pintu dengan memegang sebuah kotak yang berukuran sedang. Aku mengernyit bingung, tapi sepertinya aku tidak asing dengan kotak yang sedang di pegang oleh ibuku.
"Ini milikmu kan? Ibu menemukannya di tumpukan kardus di kamar belakang." Ibuku menjelaskan muasal dari kotak berwarna biru itu. Ah benar, itu adalah kotak yang beberapa hari lalu aku cari, kenapa bisa ada di kamar belakang? seingatku aku sudah memilahnya dan mengumpulkannya dengan kotak-kotakku yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love IN Silence [Completed] √
Fiksi PenggemarCerita ini adalah pemenang dari Vihaphupy Writting Competition. Penulis : DIAN NOVITA. Genre : Sad Romance.
![Love IN Silence [Completed] √](https://img.wattpad.com/cover/188253584-64-k334293.jpg)