Hujan

44 6 0
                                    

Rintik air membasahi bumi...
Membasahi wajah; dari
dahi hingga ke pipi..
Dalam hangatnya ku bernarasi...
Dalam relungnya, kutuliskan selembar puisi..
Teruntuk dia, yang menghuni
segenap hati ini.

Genangannya masih tersisa...
Rindunya masih pula berkesima..
Ternampak ia yang telah tiada,
Yang hangatnya kan terus
hinggap di dada.

Dalam nadiku, ada denyutmu
yang menghidupkanku...
Disebalik detak jantungku, berdebar jiwamu; yang kan slalu memompa semangatku..
Ragamu kan slalu hidup,
Walau dunia kan sepenuhnya redup.

Dalam hujan...
Rintik airnya membawa kenangan..
Tetesannya menyimpan kerinduan..
Berjatuhan menyerang kesunyian,
Bercucuran menerpa harapan.

Kembalilah...
Kembali padaku menunggu
hari cerah..
Kembali padaku mencari
pelangi yang indah..
Percayalah,
Rasa ini kan slalu ada; walau
hari berakhir sudah.
~~~

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 28, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Awan JinggaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang