Rintik air membasahi bumi...
Membasahi wajah; dari
dahi hingga ke pipi..
Dalam hangatnya ku bernarasi...
Dalam relungnya, kutuliskan selembar puisi..
Teruntuk dia, yang menghuni
segenap hati ini.Genangannya masih tersisa...
Rindunya masih pula berkesima..
Ternampak ia yang telah tiada,
Yang hangatnya kan terus
hinggap di dada.Dalam nadiku, ada denyutmu
yang menghidupkanku...
Disebalik detak jantungku, berdebar jiwamu; yang kan slalu memompa semangatku..
Ragamu kan slalu hidup,
Walau dunia kan sepenuhnya redup.Dalam hujan...
Rintik airnya membawa kenangan..
Tetesannya menyimpan kerinduan..
Berjatuhan menyerang kesunyian,
Bercucuran menerpa harapan.Kembalilah...
Kembali padaku menunggu
hari cerah..
Kembali padaku mencari
pelangi yang indah..
Percayalah,
Rasa ini kan slalu ada; walau
hari berakhir sudah.
~~~

KAMU SEDANG MEMBACA
Awan Jingga
PuisiBait per bait sajak yang kutulis merupakan rindu... Seisi kata yang tertera merupakan bukti bahwa aku mencintaimu.. Namun takdir tiada berpangku... Kau pergi tinggalkan luka dan pilu.. Kau buat kuharus menunggu waktu.. Berlalu... Terus berlalu... Hi...