chapter 10 . A

2.8K 188 35
                                        

Kelopak mata yang awalnya tertutup itu terbuka menampilkan netra sebiru langit, Naruto mengerjapkan matanya ke sekeliling ruangan dan menemukan bahwa dirinya sedang diikat dengan borgol disetiap tiang ranjang di sebuah kamar yang ada lukisan dirinya

Tunggu!

Lukisan dirinya!? Matanya terbelalak antara kaget dan bingung, kaget kenapa ada lukisannya dan bingung darimana Toneri mengetahuinya

"Akh!" Ringisnya seraya memegang kepalanya dengan satu tangannya sementara tangannya yang lain meremas alas kasur berusaha melampiaskan kesakitan yang ada dikepalanya

Entah kenapa saat Naruto melihat lukisan dirinya yang ada di dinding itu kepala Naruto sakit seakan sesuatu memaksa untuk masuk

Setelah beberapa menit sakit kepala yang Naruto rasakan mulai berkurang digantikan dengan wajah tak percayanya dan keringat dingin yang bercucuran di keningnya "tidak mungkin, tidak mungkin itu kau... Ri-kun" Bisiknya lirih pada dirinya sendiri
.
.
.
Di sebuah kamar dengan pencahayaan yang redup, suara keybord komputer yang ditekan terdengar jelas di kamar yang bisa dikatakan sunyi itu "hoh~ sudah dimulai rupanya" Suara berupa bisikan yang feminim itu memecah kesunyian yang ada di kamar itu, setelah beberapa saat mengetik sesuatu lalu orang itu langsung mengambil handphone miliknya yang ada di dekat komputer seraya menekan beberapa angka yang sudah diingatnya sambil mengganti bajunya

'Hn'

"Dingin sekali kau ini, tak bisakah kau mengatakan 'halo'!?"

'Hn. Jawab saja ada urusan apa?'

"Huft baiklah-baiklah, aku ada berita baik dan buruk. Kau ingin mendengar yang mana?"

'Keduanya'

"Hei aku hanya memberikan satu pilihan-" Ucapannya terhenti ketika mendengar geraman dari seberang telpon

"Baiklah-baiklah aku tak akan bercanda lagi. Berita baik kita sudah mengetahui siapa dalangnya dan dimana dia berada saat ini, berita buruknya Kitsune yang diculiknya" Orang itu dapat mendengar adanya suara barang yang pecah dan suara pukulan tangan dengan sesuatu terbuat dari kayu, sepertinya orang yang ditelponnya kini sedang mengamuk

'Kerahkan semua anggota, dan kabarkan pada kedua rubah iblis itu. Kita akan berperang malam ini, Neko'

"Sudah kulakukan, hanya tinggal membasmi mata-mata dia lalu menyerbu markasnya, Taka"

Tut

Setelah panggilan itu berakhir orang itu atau yang bisa dipanggil Neko mulai mengambil jaket kulitnya dan tak lupa topeng kucing, netra ungu pudar itu berkilat dengan cahaya berbahaya serta menyeringai mematikan seraya mengambil belati, pistol lalu diletakkan di sarung yang ada dikedua pahanya yang terbalut celana jeans dan tak lupa pedang di belakang punggungnya "waktunya kita bermain, sayangku" Ujarnya sambil mengelus belati nya
.
.
.
-Hutan Kematian, 11.30 p.m.-

Sekelompok orang dalam jumlah banyak kini sudah memenuhi hutan tersebut setiap dari mereka bersembunyi, baik diatas pohon, di semak-semak, atau menyatu dengan alam itu sendiri

Masing-masing dari mereka memakai topeng yang berbeda yaitu topeng hewan polos, topeng polos, dan topeng setengah wajah menunjukkan identitas mereka masing-masing. Topeng hewan menunjukkan organisasi milik Kitsune, Topeng polos menunjukkan organisasi Taka, dan Topeng setengah wajah menunjukkan organisasi Neko, terkecuali para pemimpin yang memakai topeng hewan bercorak garis merah pada topengnya menunjukkan mereka pemimpin organisasi

Sebuah mobil melaju menuju kearah Mansion yang ada di tengah hutan tersebut didalam mobil terdapat seseorang yang memakai topeng berbentuk gagak bercorak merah bersama seseorang yang memakai topeng gagak warna hitam dan dua orang memakai topeng rubah berwarna merah namun memiliki perbedaan dengan adanya satu garis hitam di salah satu bagian pipi topeng tersebut

My Girlfriend is YakuzaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang