06/12 | Koo Junhoe
- story by : jomskungs -
Chapter 11 : Flashback
____________________
Aku menulis semua ini saat mulai menginjak bangku SMA.
Juga waktu dimana, aku mulai melihat seorang yang mungkin kembaran Eunjin tersebut menetap di rumah Yoyo.Tidak, aku pernah melihatnya setahun yang lalu. Memang jarang dan tak terlintas jelas dalam pikiranku.
Sepertinya aku pernah melihat bahkan berbincang dengannya di suatu tempat entah di mana.
Ya, aku mulai mengingatnya.
Izinkan aku untuk mengoceh lebih banyak tentang memori ku dulu.
Saat itu aku melihat seorang gadis berambut ikal juga panjang hendak menyeberangi jalan.
Dari lawan arah aku melihat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal hendak melintas.
Entah sedang memikirkan apa, seorang gadis tersebut hanya melamun. Dengan sigap aku pun menarik lengan gadis tersebut kedalam pelukankun secara spontan.
Tubuh gadis itu bergetar kencang layaknya orang ketakutan. Nafas nya tak teratur. Segala cara kulakukan agar gadis itu bisa sedikit tenang.
Berhasil.
Aku membatin, "cantik."
Liburan kelulusan dan jalanan sepi, tak ada yang melihat, tak apa, kesempatan dapat memeluk gadis cantik, hehe.Gadis tersebut berterimakasih padaku dengan sungguh. Aku yang kebetulan lewat daerah itupun berucap bahwa bersyukurlah aku melewati jalan ini.
Saat aku menawarkan agar diriku ini dapat mengantarnya pulang, ia menolaknya.
Dengan alasan, takut merepotkan.Ya, mungkin aku lancang juga sebagai lelaki, bodoh memang.
Ia berterimaksih sekali lagi, lalu pergi meninggalkan ku seorang diri. Ya, aku lupa menanyakan identitasnya.
Sial, memang sial.
Dan dari situ aku berfikir, mungkin pribadi ku yang mulai membeku ini bisa meleleh seketika tanpa aku sadari jika aku berbuat sesuatu.
Awalnya aku berfikir seperti itu, ternyata tidak.
Berbelit? Tak hidup jika tak berbelit.
Tak hidup jika tak ada drama.
Itulah hidup.Setelah mengingat kejadian tersebut, sekarang tinggal saatnya aku mengetahui namanya. Aku perlu identitasnya.
Terlalu malu jika mungkin aku langsung bertanya pada kakaknya, Yoyo.
Belum sempat aku bertanya, Yoyo pun membuka identitas kedua adiknya.
Di awali dengan Eunjin, namun terpotong saat ia ingin menyebutkan nama kembaran Eunjin.
Ini semua sebab kelakuan Bobby yang mulai menggoda Eunjin saat ia turun untuk mengambil segelas air.
Lagi-lagi aku bergumam kesal, mengapa bukan adik dari Eunjin yang turun mengambil segelas air.
Dimana dia? Gadis yang pernah aku tolong saat nyawanya hampir terancam saat itu.Rasa penasaran ini terus tumbuh sesuai bertumbuhnya aku.
Dan sekarang, aku bertemu dengan nya di kelas 2 SMA ini.
Kini aku sedikit mengetahui sebab-akibat ia datang ke Korea, terutama namanya.Song Jyi Eun, oke, jadi itu namanya.
Syukurlah, akhirnya rasa penasaranku terpenuhi.Hanya setengah sejujurnya, aku masih ingin mengenalnya lebih dekat.
Tapi semua itu kandas ketika aku mulai memperkenalkan diri bukan dengan kebaikan, melainkan dengan sifatku yang mungkin terlalu dingin, dan kelakuanku yang kasar.
Satu lagi, ia berteman dengan mantan pacarku dulu, Rosé. Itu akan menghambatku, entah secara langsung atau tidak langsung.
Tapi, aku tetap berharap dan menanti sampai pada akhirnya.
Mungkin aku dan dia bisa menjadi kita.
Mungkin kita bisa bertukar cerita.
Mungkin ia bisa menerima hidupku yang suram ini.
Dan mungkin, ia bisa mengisi hari dan hatiku yang hampa.Semoga.
• ❄ •
June melamun mengingat apa yang ia baca dalam buku jurnal nya semalam.
Sesekali ia melirik ke arah jam dinding dan pintu.Mengapa gadis yang tertera pada buku jurnalnya semalam tak kunjung datang.
Sembari menunggu kehadiran Jyi Eun, June kembali memikirkan suatu hal yang membuatnya terbingung.
Ia berfikir, ia memang pernah menolongnya saat itu namun mengapa Jyi Eun tak mengingat kejadian tersebut? Lebih tepatnya, mengapa Jyi Eun menanggapi sifat June dengan setimpal.
'Mungkin dia memang pelupa,' batin June.
Akhirnya, seorang yang June tunggu pun datang. Jyi Eun memang terlihat tergesa sampai akhirnya tersandung.
Beruntung tidak jatuh.'Juga ceroboh,' tambah June dalam benaknya sembari mengusap keningnya.
"06.55, lo belum telat gak usah buru-buru, nanti malah lo nya yang kena batu," ucap June yang di balas oleh tatapan sinis Jyi Eun serta bibirnya yang mencucu.
June segera membuang pandangannya, itu terlalu manis untuk dilihatnya pagi ini.
"Ah ya, hari ini ada pelajaran Olahraga kan?" tanya Jyi Eun sambil membuka tasnya. June hanya mengangguk.
June menggigit bibir bawahnya.
Terlintas di pikirannya kejadian di kamarnya kemarin, juga wajah imutnya barusan. Sial, itu membuat diabetes, pikirnya.Mungkin akan ada jarak hari ini, aku lelah :')
Tulisnya dalam secarik kertas di mejanya.
• ❄ •
"Lo pikir lo siapa bisa seenaknya meluk gue?!"
"Gue, Koo Junhoe, pawang lo."
"Pawang? Maksud lo apa?!"
"Lo gak ingat sesuatu dari pelukan gue ini? Dan kalo emang lo nyaman di pelukan gue, jangan membantah, Song Jyi Eun."
• ❄ •
3/11/19
haloo semuaa! apa kabarr?!
lama bgt ya author g up, sori nih soalny sibuk bgt krn authot skrg berada di tingkat akhir.doa kan author yg terbaik ya!
sangking sibuknya author smp lupa sma kpop, smp melupakan kpop. walopun sudah sirna cinta author ke kpop, author bakal ttp up kok smp spin off, sequel, dll.
maapin author ya kawan kawan!
trima kasih atas perhatiannya!jgn lupa vomment ya! ;)
-lf

KAMU SEDANG MEMBACA
06/12 | Koo Junhoe
Fanfiction"I like winter, but not with you." 06/12 ©2019 jomskungs. start : 29 Jun 2019 | 17.00 WITA. end : ////