DON'T PLAGIAT❎
MOHON HARGAI KARYA SAYA.
'Maaf jika ada kesamaan dalam cerita atau nama tokoh karena manusia tak luput dari kesalahan. Ini real imajinasi penulis.'
Happy reading.
-
"Pagi semua" seru Arum dengan semangat ketika ia memasuki restoran. Kedatangannya itu membuat semua orang menatap bingung ke arahnya
"Sepertinya hari ini kau sangat ceria pasti telah terjadi sesuatu" kata seorang pria paruh baya yang sedang melap piring dan gelas
Arum memberikan senyumnya. "Tidak juga, aku hanya ingin menyambut hariku dengan ceria saja paman Denny"
Paman Denny tertawa mendengar perkataan Arum. Gadis ini sangat lucu, setiap perkataan yang keluar dari mulutnya itu selalu membuat orang tertawa. "Baiklah karena kau sangat ceria hari ini mungkin kau bisa mengantarkan pesanan ini" paman Denny meletakkan setumpuk kotak makanan di atas meja.
"Bukannya kita tidak menerima jasa delivery paman?" Arum menatap bingung pria paruh baya itu
"Iya benar dan mulai saat ini kita akan menerimanya. Pesanan ini sangat menguntungkan kita Arum dan jangan tanyakan jika Jessica setuju atau tidak karena aku sudah membicarakan ini dengannya dan dia setuju"
Paman Denny adalah orang yang di berikan kepercayaan oleh Jessica untuk mengurus Restoran ketika Jessica sedang keluar kota selain itu paman Denny juga menjadi pelayan di restoran.
"Dan sekarang kau antarkan ini"
Arum meraih tumpukan kotak makanan itu. Namun ketika dia hendak pergi lagi-lagi seruan dari paman Denny terdengar. "Kau tidak mungkin mengantar itu semua dengan jalan kaki kan?" Arum berhenti dan menatap paman Denny yang tersenyum padanya. "Ada sepeda motor di garasi restoran mungkin kau bisa menggunakannya"
Dengan cepat Arum berlari pergi mungkin dengan dia pergi mengantar makanan dia bisa menikmati hari-harinya.
_
Arum mengendarai sepeda motor sambil menatap ke kiri dan kanannya menikmati udara yang menerpa wajah cantiknya. Dengan senyum manisnya gadis itu sesekali menghela napas pelan ternyata menerima tugas untuk mengantarkan pesanan itu sangat menyenangkan dia bisa menghabiskan waktunya dengan berkeliling-keliling kota sejenak.
Aku harus berterima kasih kepada paman Denny
Lampu lalu lintas menunjukkan warna merah sehingga gadis itu menghentikan sepeda motornya. Beberapa saat menunggu akhirnya lampu lalu lintas kembali menyala menjadi warna hijau barulah Arum mulai menjalankan sepeda motornya. Pada saat ia membelokkan sepeda motornya dari arah berlawanan dengannya sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang rendah karena tak memperhatikan arah depannya Arum terkejut dan rem sepeda motornya mendadak bersamaan dengan mobil itu yang juga merem mendadak hingga sepeda motornya menjadi tidak seimbang dan akhirnya jatuh terpelanting.
Pintu mobil itu terdengar terbuka oleh sang pemiliknya "Nona, anda baik-baik saja?" Tanya sebuah suara yang menghampirinya
Arum mendongak menatap pria yang sedikit berumur sedang berdiri tegak di depannya yang di perkirakan adalah pemilik mobil itu.
"Iya saya baik-baik saja, akh" jawab gadis itu dan meringis kesakitan ketika melihat sikutnya yang terluka. Sepertinya itu terluka ketika ia jatuh dan membuat sikutnya lecet karena berbenturan dengan aspal jalan yang kasar.
"Anda terluka nona biar saya antarkan ke rumah sakit" kata pria paruh baya itu dengan rasa bersalahnya
Arum bangkit berdiri sambil membersihkan pakaiannya dan mengangkat sepeda motornya dengan di bantu pria paruh baya itu yang melihatnya kesusahan. Menaiki sepeda motornya Arum memberikan senyum tulusnya kepada pria paruh baya itu.
"Saya baik-baik saja tuan anda tidak perlu merasa bersalah pada saya. Jika begitu saya pergi dulu, permisi"
Arum segera menjalankan sepeda motornya sebelum mendengar balasan perkataan dari pria paruh baya itu.
_
"Astaga, apa yang terjadi padamu hingga seperti ini?" Tanya Ruby sambil mengobati luka Arum
"Akh.." ringis Arum
Ketika ia tiba di restoran dengan keadaannya yang berantakan, baju kotor dan luka di bagian sikutnya menbuat semua orang heboh dan khawatir. Yang sama dengan apa yang saat ini Ruby lakukan yaitu memberondongnya dengan pertanyaan dan ocehannya yang sampai sekarang tidak berhenti.
"Aku terjatuh dari motor" jawab Arum
"Kenapa kau sangat ceroboh sekali?" Arum mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Ruby.
"Ini hanya luka kecil jadi kau tidak perlu khawatir padaku"
"Luka kecil katamu? Astaga, jadi maksudmu luka besar itu seperti apa?" Arum memutar bola matanya malas lagi-lagi Ruby mulai menceramahinya dengan mulut pedasnya itu. "Sebaiknya kau pulang saja"
"Tidak aku ingin bekerja"
"Ah, baiklah memaksa orang yang keras kepala tidak akan berhasil" kata Ruby mengalah dan berhasil membuat Arum tersenyum senang karena Ruby tidak memaksanya.
Ruby akan mengalah padanya jika dia sakit atau di tambah dengan keras kepalanya karena menurut Ruby lebih baik mengalah dari pada harus berdebat dengannya yang ujung-ujungnya juga akan menang dalam perdebatan mereka.
-
Maaf masih belajar mohon di maklumi jika ada salah dalam penulisannya.
Vote and comment
Next chapter...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cunning Bastard Man
Roman d'amourDON'T PLAGIAT❎ MOHON HARGAI KARYA SAYA. "Aku ingin tidak mempercayai semua ini tapi saat aku melihat dan mendengar semuanya sangat sulit untukku tak percaya. Sekarang aku tahu semua yang terlihat baik ternyata begitu menyakitkan."
