Chapter 07- Suspicious 1

7 3 0
                                        

DON'T PLAGIAT❎
MOHON HARGAI KARYA SAYA.

'Maaf jika ada kesamaan dalam cerita atau nama tokoh karena manusia tak luput dari kesalahan. Ini real imajinasi penulis.'

Happy Reading

-

Hari ini restoran sangat ramai. Pelanggan bertambah banyak di banding dengan hari-hari sebelumnya sehingga membuat pelayan pun sangat sibuk kesana-kemari.

Restoran yang biasanya tutup di jam 08.45 pm harus tutup jam 10.00 pm. Dengan lemas Arum berjalan pulang, jika dia tahu kalau hari ini akan pulang larut pasti kemarin malam ia akan menunda mengerjakan tugas kuliahnya menjadi hari lainnya seperti yang Zen katakan tapi yah dianya aja yang malaa menunda-nunda tugasnya tapi akibatnya yah harus begini pulang larut lagi tapi untungnya ada Zen yang membantunya kemarin. Tapi mengingat kejadian kemarin membuatnya malu dan menggerutu kesal pada pertanyaannya sendiri tetang siapa Zen yang berujung dengan dirinya yang malu sendiri. Ahh, sudahlah lupakan kejadian itu.

Arum tiba-tiba menghentikan langkahnya sebab di depan sana tepatnya di depan gedung apartemennya seorang pria berpakaian tertutup berdiri menatap gedung apartemen tempatnya tinggal.

Mencurigakan

Melihat pria itu Arum jadi teringat kejadian beberapa hari yang lalu yang dimana terjadi pencurian di apartemen Ny. Aneta.

Dengan keberaniannya Arum berlari menerjang pria itu dan memukulnya dengan tas tangannya.

"Pencuri kau pasti pencuri itu kan?" Seru Arum sambil terus memukuli pria itu sedangkan pria itu terus mengaduh kesakitan.

"Hei...hei...lepaskan" pria bertudung itu berhasil terlepas dari amukan Arun dengan menjauh dari Arum sambil melepaskan hoodie jaketnya dan seketika Arum menghentikan aksi memukulnya.

"Apa yang kau lakukan, hah?"

"Kau...kau pencuri kan?" Tuduh Arum menatap pria itu curiga

Pria itu mengerutkan keningnya. "Apa tampangku seperti ini terlihat seorang pencuri? Aku penghuni baru apartemen ini"

Arum terkejut mendengar pernyataan pria itu. Penghuni baru apartemen? Astaga Arum...Arum

"Ma...maaf. Aku pikir kau-"

"Pencuri" potong pria 'mencurigakan' itu dan Arum menganggukkan kepalanya.

"Dasar gadis gila" Pria 'mencurigakan' itu berlalu pergi sedangkan Arum meringis mendengar perkataan pria 'mencurigakan'.

-

Segini dulu yaaa.

Jangan lupa vote and comment

Next Chapter...

Cunning Bastard ManTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang