"Jae, kau belum menjelaskan padaku mengapa aku bisa terbawa ke kastilmu," desah Taeyong kesal.
Jaehyun menatap Taeyong dengan senyuman simpulnya, ia membelai pelan pipi Taeyong, "Tae, aku hanya ingin membawamu pada tempat yang kau impi - impikan."
Taeyong menghela nafasnya panjang, memang benar ia pernah mengatakan jika ia ingin melihat kastil kerajaan, dan kini Jaehyun merealisasikannya.
"Kau ingin kuantarkan berkeliling kastil?" Tanya Jaehyun sambil mengulurkan tangannya pada Taeyong.
Taeyong menganggukan kepalanya dengan antusias, "aku mau."
Kastil kerajaan Jaehyun dipenuhi dengan bunga - bunga yang indah, persis seperti apa yang ada di bayangan Taeyong selama ini. Tempatnya begitu luas, asri, dan juga begitu nyaman.
"Tae.." ujar Jaehyun sambil menatap Taeyong lekat - lekat.
Satu detik berlalu, kini Jaehyun telah memagut bibir kenyal Taeyong. Bagaikan adegan romantis dalam film - film, Jaehyun mencium Taeyong ditengah - tengah kebun bunga yang diperindah dengan siulan burung yang merdu. Taeyong memejamkan matanya menikmati pagutan Jaehyun, sebagaimana angin bersemilir membuat suasana semakin romantis.
---
"Apakah masih bisa kembali?" Isak Ten dengan kedua tangannya yang bertautan ia semakin mengencangkan lantunan doanya.
Air mata mengalir membasahi pipi Ten, Winwin semakin merengkuh Ten dengan erat.
Namun, tak lama begitu Ten mengakhiri doanya, baik Ten dan Winwin melihat pergerakan pada tubuh Taeyong.
"Kau lihat itu kan?!" Seru Ten setengah kaget, "panggil perawat atau dokter secepatnya!"
Taeyong menerjapkan kedua matanya yang terasa berat, ia memutarkan bola matanya melihat sekitar ruangan.
"Aku dimana?" Tanya Taeyong lesu.
Dengan cepat Ten menangkup kedua tangan Taeyong, "syukurlah kau bertahan, Tae."
"Apa maksudmu, Ten?"
"Kau.. sudah empat bulan koma, Tae.. dan dokter mengatakan keadaanmu semakin memburuk, tapi aku bersyukur kau kembali."
Seketika kepala Taeyong terasa pusing, jadi selama ini.. pangeran katak dan segalanya, hanya imajinasinya?
Namun Taeyong menolehkan kepalanya kesamping dan mendapati buku dongeng pangeran katak yang ia sukai, dan yang paling sering ia ceritakan pada Chenle sebelum tidur.
"Mengapa aku bisa seperti ini?" Tanya Taeyong sekali lagi.
"Tae, kau tertabrak mobil dengan sangat kencang saat kau menyelamatkan seekor katak," jawab Ten pelan.
"Aku akan kembali, aku akan menelfon Lucas untuk memberitahukan keadaanmu," sambung Ten.
Tak lama kemudian, terlihatlah Winwin bersama seorang dokter datang ke ruangannya.
"Bisa kau tinggalkan kami berdua?" Ucap sang dokter dengan nada sopan pada Winwin.
Winwin melambaikan tangannya pada Taeyong dan menutup pintu kamar rapat - rapat.
"Pangeran Jaehyun, itukah kau selama ini yang ada di dalam imajinasiku?" Gumam Taeyong di dalam hatinya.
Sang dokter mendekatkan dirinya sambil menatap Taeyong lekat - lekat.
"Aku bersyukur kau kembali, terima kasih telah berjuang," ucap Jaehyun sambil menggenggam tangan Taeyong.
Tenggorokan Taeyong terasa kering seketika, matanya terasa panas, lama - kelamaan ia mulai menitikan air matanya, namun dengan cepat sang dokter Jaehyun menyeka air matanya.
Tak lama kemudian bibir Taeyong sudah bersentuhan dengan bibir Jaehyun dan mengecupnya dengan singkat.
Keduanya berciuman dalam diam tanpa ada sepatah katapun yang terucap baik sebelum atau sesudahnya.
End.
Monolgue on the way soon.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Frog Prince
FantasyJaehyun mendapatkan sebuah kutukan dari penyihir jahat yang merubah tubuhnya menjadi seekor katak, dan kutukan itu akan berhenti ketika Jaehyun menemukan cinta sejatinya, namun kisahnya tidak semudah itu. Sang penyihir mengusirnya jauh dari istana b...
