Pulang

6 0 0
                                    

Kadang kamu memang selucu itu,mampu membuatku tertawa hanya karena memikirkanmu

•••

"Kenapa belum pulang?"

"Nunggu angkot kak,"

"Gak dijemput?"

"Enggak,"

"Naik."

"Hah?"Adhara ternganga,tak mengerti.

"Ck,gue anterin lo pulang."

Adhara mengaruk tengkuknya sementara Angkasa tambah kesal dengan gadis itu,entah Angkasa yang memang sulit dimengerti atau Adhara yang terlalu bodoh untuk mengerti Angkasa.

"Gue pulang!"Angkasa mulai menstarterkan motornya.

"Eh tunggu kak!aku gak salah denger kan tadi?"

Angkasa hanya menatap Adhara datar. Melihat raut wajah Angkasa,Adhara langsung naik ke atas motor ninja tersebut.Tanpa basa basi lagi Angkasa melajukan motornya keluar dari gerbang sekolah.

Canggung.Hanya ada suara ramai kendaraan,mungkin kecanggungan hanya dirasakan oleh Adhara,sedangkan Angkasa?mungkin ia sedang menikmati keheningannya.

"Kak,kok aku dulu jarang liat kakak yah?"Tanya Adhara melepas kecanggungan.

"Makanya banyak banyak gunain mata jangan mulut terus!"Ucap Angkasa ketus.

"Yewh...Kak Angkasa aja yang ansos!"Sahut Adhara dengan nyolot.

"Kalo gue ansos,mana mungkin gue jadi ketua OSIS!"

"Bener juga yah,terus kenapa aku jarang liat kak Angkasa?Di event sekolah juga jarang,padahal kalo secara teori sih,aku sama kak Angkasa tuh di sekolah udah bareng bareng hampir 2 tahun,"

"Gue disekolah tuh kalo gak belajar, basket yah OSIS,jarang yang namanya keluyuran!"

"Aku kira Ketos Baksa itu kak Farrel,ternyata dia cuma wakil,"

Angkasa melirik genangan air yang seperti kejatuhan sesuatu dari atas,layaknya percikan percikan air,ia mengadahkan sebelah tangannya merasakan apa yang turun dari atas.

Benar dugaannya bahwa hujan mulai turun membasahi jalanan,ditepikannya motor di depan halte bus.

Adhara dan Angkasa turun dari motor,baju mereka sebagian telah terkena cipratan air hujan,tak banyak yang berteduh,hanya mereka berdua.

Adhara mengosok gosok tangannya berharap mendapat kehangatan walau sedikit.

"Gak usah kode kode mintak jaket gitu."

"Siapa yang kode sih kak!"

"Gerakan lo itu bikin gue gak tega buat gak minjemin jaket gue ke lo!"Angkasa melepas jaketnya dan memberikan pada Adhara dengan tatapan hangatnya meski tanpa ekspresi.
"Ambil!"

Adhara mengambil jaket Angkasa dengan hati hati,jantungnya seperti melompat lompat kejalanan,ia hilang fokus,matanya terpaku pada mata indah Angkasa.

"Ck,lo hobi bengong yah,gue minjemin jaket gue ke lo tuh buat dipakek,bukan dipegang doang!"Angkasa menarik kembali jaket yang ada digengaman Adhara,lalu diselimutkannya di tubuh gadis yang cukup tinggi itu.

"Hobi banget sih kak bikin jantungan!"

"Apa?"Angkasa menatap Adhara dengan tanda tanya,Sementara gadis itu baru sadar bahwa ia mengatakan hal di luar nalar,beruntung suara hujan terdengar amat keras yang membuat Angkasa tak mendengarnya,akan jadi hal yang memalukan bagi Adhara bila pemuda itu mendengarnya.

LangitTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang