Pernah suatu waktu..
Lorong panjang tak berujung ku tapaki selangkah demi selangkah.
Hanya aku disana dengan bayangan yang acuh walau kita berdampingan menelusuri setiap lorong ini bersama.
Ketika suasana mulai mencekam..
Kuraih bayang hitam yang membersamaiku itu.
Namun bukan sosoknya yang ku genggam, melainkan hanya angin yang kemudian berlari.
Aku mengumpat dalam hati dan bertanya sendiri "apakah ia seacuh itu?"
Melihat gelagat sosok disampingnya ketakutan oleh keheningan malam saja ia tetap tak peduli.
Walau sedari tadi ia mengikutiku.
Bahkan turut berhenti ketika aku menghentikan langkah.
Ia tetap bertahan dalam senyap.
Aku mulai lelah.
Bukan karena lorong panjang yang tampak semakin panjang ini.
Melainkan aku mengitarinya bersama bayangan hitam tak bergeming.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dinamika
General Fiction> Eitss.. jangan bilang "euw" dulu setelah baca judul deskripsi diatas. Ngaku aja deh kalian punya hati dan perasaan kan?? Kadang-kadang ada masanya dimana suasana hati kalian bergejolak berdinamika kaya judul buku ini?? Iyakan?? (jawab aja IYA...
