Rapuh

28 2 2
                                        

Ketika kau bertengger pada pundak yang seharusnya
Menyeka linangan air mata oleh tangan yang semestinya
Ada badan yang terpojok sendiri..
Tertatih mengais puing-puing sandaran yang terlihat kokoh
Basah berlinang tak dapat terseka

Kadang badan itu tangguh
Kadang rapuh

Dan detik ini..
Sempurna kerapuhannya kambuh

DinamikaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang