~ Ch 10 ~

1.8K 97 3
                                    

Hari  ini, Yoongi  pulang  malam. Karena  cafe  milik  Jin, lebih  ramai. Ia  tidak  mendapatkan  taksi. Udara  semakin  dingin. Yoongi  merapatkan  jaketnya.

Tapi, sebuah  mobil  hitam, berhenti  di  hadapannya. Itu  mobil  Jimin. Si  pemilik  mobil, turun  dan  menghampiri  Yoongi.

"Astaga, hyung !! kenapa  kau  jalan  kaki ??" tanya  Jimin.

"Taksi, tidak  ada  yang  lewat. Jadi  aku, jalan  kaki  saja. Hufft," jawab  Yoongi. Ia  tak  kuat, menahan  dingin.

Jimin  melepaskan  jaketnya. Memakaikannya  pada  Yoongi.

"Kau  kedinginan, hyungie," Jimin  menggenggam  kedua  tangan  Yoongi.

"Jimin. Ini.."

"Tak  apa. Aku  sudah  biasa. Aku  tahu, hyung. Kau  tak  bisa, kedinginan  terlalu  lama," jelas  Jimin.

"Terima  kasih," Yoongi  memberikan  senyum  manisnya.

"Ayo, kuantar  kau  pulang !!" ajak  Jimin.

Yoongi  mengangguk  pelan. Ia  diantar  pulang, oleh  Jimin.

Sesampainya  di  depan  apartement. Yoongi  hendak  melepas  jaket. Namun  Jimin  menahannya.

"Jim, nanti  kau  kedinginan," ucap  Yoongi.

"Aku  baik-baik  saja. Sekarang  masuklah, istirahat !!" ucap  Jimin.

"Huum, baiklah," balas  Yoongi.

"Selamat  istirahat," balas  Jimin.

Yoongi  melangkah, memasuki  apartement. Jimin  masih  disana. Namun  Yoongi  berbalik.

"Jimin,"

Yoongi  berlari  menubruk, tubuh  Jimin. Membuat  Jimin  terkejut.

Chu..

Yoongi  mencium  pipi  Jimin. Cukup  lama. Lalu  menarik  kembali  wajahnya. Jimin  masih  shock. Namun  segera  menyadarinya.

"Sampai  ketemu  besok !!" seru  Yoongi.

Yoongi  berlari  kecil, masuk  ke  apartement, yang  ia  huni. Meninggalkan  Jimin, yang  masih  mematung  disana. Kemudian, Jimin  segera  pulang.

Tbc..

Ayo, siapa  disini  stan  minyoon ?? angkat tangan.
😊😊😊

We  Love  KookieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang