( lanjutan part sebelumnya )
Bell istirahat pertama, telah berbunyi. Wajah Jungkook berbinar senang. Ia membereskan alat tulisnya, ke dalam laci.
"Bammie, ayo ke kantin !! pasti Taetae hyung, sudah ada disana," ajak Jungkook dengan antusias.
"Call !!" seru Bambam, merangkul bahu Jungkook.
Mereka berdua, pergi bersama ke kantin. Sesekali Jungkook menjahili sahabatnya.
_@ Kantin_
Suasana kantin, begitu ramai dan penuh. Jungkook mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Taehyung. Sampai pandangannya berhenti, pada bangku di sudut kantin. Matanya memicing.
Kekasihnya, tampak duduk bersama Jimin. Dan seorang namja lagi, yang tidak ia kenali. Dan namja itu, tengah bergelayut manja, pada lengan Taehyung.
Rahang Jungkook mengeras. Kedua tangannya terkepal kuat. Segera dengan langkah lebarnya, ia menghampiri kekasihnya. Menatapnya nyalang. Membuat Jimin dan Bambam yang melihatnya, bergidik ngeri.
"Hyung !!" sentak Jungkook.
"Ko-Kookie," buru-buru Taehyung, menghempas kasar tangan Minjae.
"Jadi ini alasannya. Sehingga hyung, tidak mengangkat panggilan dariku eoh !! dan kau. Beraninya kau mendekati kekasihku !!" teriak Jungkook, penuh dengan emosi. Membuat penghuni kantin, semuanya langsung diam menyaksikan.
"Sayang, dengar. Ini, tak seperti yang kau lihat. Kau hanya salah paham," ucap Taehyung.
"Salah paham ?? kau bilang, aku salah paham. Jelas saja, kau tak menolak, saat dia menempelimu. Itu yang namanya salah paham !! omong kosong. AKU MEMBENCIMU, KIM TAEHYUNG SUNBAE !!" teriak Jungkook histeris.
Ia berlari pergi, dari kantin. Bambam mengejarnya. Taehyung pun ingin mengejar, namun Jimin menahannya.
"Jangan sekarang, Tae !! tunggu saja, sampai Jungkook bisa tenang," ucap Jimin. Taehyung pun terduduk lemas.
_@ Rooftop_
Jungkook menumpahkan segala emosinya, di atap sekolah. Hatinya merasa dipermainkan.
"Kenapa, hidupku harus begini !! kenapa !! kau tega, hyung !! aku muak melihatmu !! aku membencimu, KIM TAEHYUNG !! arghhh !! hiks..hiks," teriak Jungkook frustasi.
Dari arah pintu rooftop. Bambam melihatnya. Dengan langkah perlahan, ia dekati Jungkook, yang duduk menekuk lutut. Direngkuhnya tubuh sang sahabat, dari belakang. Ikut menumpahkan tangisnya.
"Kook, hiks..hiks..uljima. Geogjeong hajimara ( jangan menangis. Jangan khawatir ) !! k-kau, masih punya orang-orang, yang menyayangimu," ucap Bambam, di sela-sela isakannya. Semakin mempererat pelukan.
"Gomawo Bammie," lirih Jungkook.
Tbc..
