13. Tamu spesial

19 7 3
                                    

Shasa terburu-buru menuju rumahnya karena disana sudah ada Shaka . Tak ingin Shaka menunggu lama mangkanya ia buru-buru ingin sampai disana.

Setelah sampai kerumahnya , ia secepat mungkin melesat kedalam rumahnya , sudah terlihat Shaka dan mamanya diruang tamu itu .

Kedatangan Shasa disadari oleh keduanya , "kamu dari mana sih sayang? Nih kasihan Shaka nungguin kamu" ujar mama Shasa dengan lembut.

Shasa menyengir, "hehe.. kan Shasa janjian sama Nersa dan Feli ke mall mah" jawab Shasa .

Mamanya pun menggangguk dan pamit untuk kedapur . Shasa dan Shaka yang hanya tertinggal diruang tamu . Shasa pun duduk tak jauh dari Shaka .

"Tumben kesini kak?" Tanya Shasa setelah hening .

Shaka menoleh, "gak boleh ya? Yaudah gue pulang" ujar Shaka dengan berdiri ingin beranjak .

Sebelum itu Shasa menarik pergelangan tangan Shaka, "ih apaan sih kak Shaka ,kan aku cuma nanya" rengek Shasa dengan wajah kesalnya .

Shaka tertawa geli, "pacar mau ngapel dirumah aja ditanyain" kekeh Shaka yang terasa geli mendengar perkataannya tadi .

Shasa membelalakkan mata tak percaya dengan ucapan Shaka barusan, "cieeee mau ngapel" ledek Shasa dan tertawa .

Shaka cemberut , saat ini ia sangat mengumpat didalam hati karena berbicara sok romantis buat Shasa .

Setelah lama berbincang dengan Shaka diruang tamu , Shasa mengajak Shaka untuk ketaman dekat rumahnya.

Mereka duduk berdekatan , Shaka menoleh kearah Shasa dan mengusap lembut rambut Shasa . Shasa yang mendapat perlakuan tersebut menjadi merona , untung saja keadaan sedikit gelap tidak terlihat jelas merah tomat dimuka Shasa .

"Apapun yang terjadi dimasa depan nanti , lo jangan tinggalin gue Sha" pinta Shaka dengan nada lirih .

Shasa cukup terkejut mendengar itu, "kakak ih kok gitu ngomongnya" ujar Shasa dengan nada lirih juga .

Shaka tidak menjawab , ia melihat langit malam yang penuh bintang .

"Gue gak yakin kita baik-baik aja nanti" gumam Shaka .

"Setiap hubungan akan selalu ada masalah kak , gak ada yang akan baik-baik saja"

Shaka menatap lekat Shasa, "janji Sha jangan tinggalin gue! Lo cahaya dihidupan gue Sha , dunia gue , apapun hal yang yang ada digue gelap! Kabur! Dan lo jadi penerang sekaligus pengarah jalan terang gue! Janji Sha janji!" Pinta Shaka dengan nada sedikit meninggi .

Shasa tidak terkejut mendengar nada tinggi dari Shaka , ia terharu Shaka sangat takut kehilangannya , takut Shasa meninggalkannya . Mata Shasa berkaca-kaca .

Shasa menatap sendu mata gelap Shaka , ia pun menghamburkan diri didada bidang Shaka dan menangis, "iya kak! Aku janji ga bakal ninggalin kakak apapun yang terjadi nanti" tulus Shasa dan melepaskan peluknya .

Setelah acara berpelukan tersebut , mereka pun pergi dari taman menuju rumah Shasa lagi .

Setelah sampai dirumah , Shaka berpamitan dengan keluarga Shasa untuk pulang karena sudah larut malam .

**

Pagi hari sekali Shasa sudah berangkat kesekolah karena piket kelas . Shasa menyapu ruangan kelas dan sesekali menyapu peluh yang membanjiri wajahnya.

"Ih si Ello kemana sih! Lupa apa ya dia piket hari ini , jadi gue piket sendiri kan! Ih bau lagi badan gueee!!!!" Gerutu Shasa sendiri dikelas .

Tak lama itu Ello memasuki kelas dengan muka tanpa dosa, "Cie sicantik rajin amat yaa" ledek Ello masih tak menyadari kekesalan Shasa .

Shasa menatap tajam Ello dan segera melotar penyapu kepada Ello . Dengan sigap Ello menangkap penyapu tersebut .

"Buset dah Sha gue muji lo! Kok lo kesel" bingung Ello .

Shasa semakin kesal dan menjambak rambut Ello dengan kasar, "EL LO PURA-PURA LUPA YA?? HARI INI LO PIKET!! LO CIUM GA BAU BADAN GUE GARA-GARA NYAPU SENDIRI!!" teriak Shasa depan Ello .

Ello meringis kesakitan karena telinganya dan jambakkan Shasa . Untung sayang -batin Ello. "Sha lepas dong! Iya iya gue piket" keluh Ello dan Shasa pun melepaskan dan meninggalkan Ello sendirian dikelas .

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 02, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

You The Light To MyDrakness (Proses Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang