Part 11

17 1 0
                                    

"iya, aku tau rasanya. bahkan sangat mengetahuinya" jawab aurora pelan sambil menggesek-gesek hidungnya ke dada bidang milik alvaro.

Alvaro menunduk kemudian mengecup kepala aurora lama. " dulu ayah selalu menekankan aku tentang hal bergaul. Kalau dalam pergaulan atau berteman dengan sahabat aku, ayah pasti tahu segala sesuatunya. 

"mungkin ini akan membuat kamu sedikit merasa sedih namun aku menceritakan ini karena memang hidup aku memang begini. biasanya kalau lagi waktu senggang dirumah itu pasti ayah selalu tanya tentang hal disekolah, dan pasti biasanya aku akan jawab biasanya" ucap alvaro.

" Tapi entah kenapa aku sering merasa ayah memperhatikan aku diam-diam, kalu biasanya hampir setiap hari ayah selalu tanya gimana aku disekolah. namun, sekarang-sekarang ini ayah agak beda gitu gak pernah tanya-tanya lagi." lanjut alvaro menelaskan.

"ehm, Al kamu pernah cerita ke ayah kamu tentang hubungan kita gak?. mungkin ayah kamu tahu sesuatu tentang hubungan kita tapi dia nunggu kejujuran kamu." jawab aurora.

"ayah gak mungkin tau ra, ayah mungkin peka tentang keadaan perasaanku karna ayah ngelihat langsung ekspresiku" balas Alvaro. " Lagian kalau ayah tau dia bisa marah besar sama aku, karna kamu tahu sendiri dari dulu pergaulan aku selalu diperhatikan ayah takut pergaulanku salah" lanjut alvaro menjelaskan.

aurora yang mendengar perkataan alvaro tersentak, terkejut mendengar perkataan alvaro. rasa bersalah mulai menumpuk dihati dan pemikiran aurora tanpa alvaro sadari." ayah gak bakalan tahu tentang hubungan kita karena ayah gak tahu kalau aku ada di apartemen sama kamu, ayah itu kerjaannya banyak dan gak semua hal bisa ayah ketahui secara detail ra" ucap alvaro sambil menunduk, karna penasaran tidak ada respon dari orang yang diaja bercerita.

"ara, kamu kenapa nangis?" tanya alvaro dengan lembut sambil mengusap pipinya untuk menghalau air mata yang jatuh kepipi aurora. Mendengar pertanyaan dari alvaro aurora semakin nangis kencang dan memeluk badan alvaro dengan erat. ia merasa sangat bersalah kepada orang tua alvaro karena membuat anak yang selama ini di jaga dengan baik, ditanam dengan nilai-nilai dan norma untuk bersikap sopan akhirnya jatuh  kedalam dosa dan itu disebabkan oleh dirinya sendiri.

"hiks hiks hiks hiks, maaf maaf maaf maaf" ujar aurora menangis teresedu-sedu

"i m so sorry, aku gak maksud al buat kamu jatuh berbuat dosa. maafin ke egoisan aku ya udah buat kamu melanggar ajaran yang kasih ke kamu selama ini. aku salah udah buat kamu jadi sekarang, seharusnya bukan kamu orang yang aku rusak. demi kepentinganku sendiri akhirnya membuat kamu menjadi rusak" ucap aurora sambil beanjak dari posisinya.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

sorry ya guys ceritanya pendek.

gak ada ide lagi, janga lupa komen ya, biar aku semakin semangat

Kelihatan Manis, Tapi Pahit RasanyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang