:---------------*******--------------:
Sejarah mengukirkan saksi bahwa merah menghidupkan keberanian dalam setiap detak jantung perjuangan rakyat Indonesia.
Putih kesabaran mewarnai gelapnya derita dan lara yang dikandung ibu pertiwi.
Persatuan dan kesatuan lahir dari rahim perbedaan latar belakang dan persamaan visi dan misi.
Di setiap daratan yang bersekat lautan digemakan suara kecintaan akan kemerdekaan.
Keringat dan darah pengorbanan membasahi jalanan yang mengantarkan mimpi bersama.
Dan kini . . .
Ku jumpai mereka yang membenci buku sejarah Indonesia. Seakan tak pernah ada ruang untuk turut merasakan derita dan kobaran semangat para pejuang.
Katanya," Eh, udah jadi masa lalu masak harus dingat-ingat."
Apa mereka lupa. Masa lalu yang terlupakan itulah yang menjadikan hari-hari mereka tak sekelam dahulu.
Rasanya, akan sangat menyakitkan bagi tokoh-tokoh dalam buku sejarah itu bila mendapati generasinya enggan menyelami kisah nyata Indonesia.
Untuk itu...
Pelajarilah! Lalu ada berbagai pelajaran.
"Bahwa Indonesia tak perlu disakiti lagi"
Dan tak perlu ada penjajah-penjajah gaya baru yang mengaku-ngaku beridentitas sebagai Warga Negara Indonesia.
Mencintai dengan kepedulian sekecil apapun.
Lalu, jangan menyesal menjadi bagian dari Indonesia.
Toh, Indonesia terlahir bersih, tangan-tangan keji itulah yang mencoba mencoreng nama Indonesia.
Indonesia, tetaplah sehat dan berseri.
___________________________________
Dari aku
Manusia lemah
KAMU SEDANG MEMBACA
Orbit Kepada Hujan
Puisi#57-sastra(11/05/18) Melalui aksara, ingin kusampaikan manuskrip hati yang sempat tertahan. Berharap pesan yang tersurat maupun yang masih berwujud kabut dapat mendarat di gang-gang kecil kehidupanmu. Entah melewati jalanan yang dibasahi rintik awan...
