☔🌧🌧☔
"Kau masih sama, bodoh. Kau bahkan tidak melihat kearahku saat aku menunjukmu dan mengatakan kau adalah kekasihku.," ucap Sooyoung, sedikit bersungut.
*****
Lelaki tampan dengan jaket sedikit basah itu masih belum bisa mencerna drama yang baru saja terjadi. Tapi yang ia tengah rasakan saat ini adalah bagaimana perempuan yang baru saja mengatakan kata 'kekasih' itu tengah memeluk lengan kanannya erat.
Sementara Sungjae, lelaki yang tengah melihat pemandangan bagaimana dua sejoli itu bermesraan didepan matanya hanya bisa menunduk. Terlihat bagaimana kedua pundak Sungjae perlahan merosot. Semua seperti gelap dirasanya.
"Jadi kau—, Sungjae?" Minhyuk mencoba memperjelas keadaan dengan menyodorkan pertanyaan kepada Sungjae.
Sungjae sontak mengangkat kepala, menautkan kedua alinya.
"Kau mengenalku?"
"Aish—, jadi kau benar-benar Sungjae?," Minhyuk menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Pantas saja Sooyoung enggan berpaling darimu, kau cukup tampan.. Ahh, aku merasa tengah berhadapan dengan sainganku.." Tawa Minhyuk diujung kalimatnya terpaksa berhenti saat Sooyoung menghadiahi cubitan kecil dilengan kanannya.
"Oppa—," Sooyoung sedikit menaikan level suaranya agar Minhyuk berhenti mengatakan hal-hal absurdnya.
"Ne, Sooyoung-ie," Minhyuk mencoba mencairkan suasana kembali dengan menyodorkan tangan kanannya pada Sungjae.
"Perkenalkan, aku Minhyuk.. Kakak tiri Sooyoung."
*****
Sungjae benar-benar tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Melihat Sooyoung yang tengah duduk didepannya dengan mengekspresikan kekesalannya sangatlah lucu. Ahh,, betapa Sungjae sangat merindukan perempuan ini..
Iya, mereka berdua saling duduk berhadapan ditempat semula usai Minhyuk undur diri guna memberi privasi pada mereka.
"Mianhae, aku merasa kalah saat melihatmu bergelanyut manja dilengan Minhyuk tadi. Lagi pula kau dulu tidak pernah cerita jika memiliki kakak tiri setampan dia.." Sungjae menertawai kebodohannya sendiri. Kini tangannya sudah merengkuh punggung tangan Sooyoung diatas meja.
"Yyak, aku bahkan tidak tau jika ibu tiriku punya anak laki-laki. Kau lupa? Aku tidak datang kepernikahan ayahku dua tahun lalu. Lagi pula apa kau fikir aku hidup bahagia setelah perpisahan itu, eoh? Pabo-ya.. Mana mungkin ada perempuan yang bisa hidup bahagia setelah diputuskan kekasihnya secara sepihak.." ucap Sooyoung diakhiri cubitan kecil di tangan Sungjae yang tengah menggenggam tangannya dan sukses membuat si empunya mengaduh.
"Mianhae, Sooyoung-ah.. Jeongmal Mianhae."
"Kau memang seharusnya mengucapkan maaf padaku. Dan harusnya dari dulu kau mengucapkanya. Bukan membiarkaku mengemis maaf padamu, tsk— padahal aku sedang tidak salah saat itu.," nada Sooyoung masih bersungut-sungut hingga membuat Sungjae gemas dibuatnya.
"Maaf, adakah yang ingin kalian pesan? Maksudku, kalian sudah duduk disini berjam-jam tapi bahkan tidak memesan apapun. Tidakkah kalian sungkan?"
Sungjae dan Sooyoung mengarahkan pandangan mereka berdua pada lelaki berbadan sedikit gempal dengan setelan apron hitamnya yang tengah berdiri disisi samping meja yang mereka duduki itu bersamaan.
"Hyuuungg.."
The End.
☔🌧🌧☔
Mianhae juseyo nggak ngefeel dan nyampah lagi—😬😬
Nb : See you next Prelude 😌😌
💫Gomapseumnida💫
💞💞
KAMU SEDANG MEMBACA
BBYU On The Shot
Teen FictionBbyu dalam 'shot' yang tidak tentu. 💌I hope you enjoy this story💌 ©2019 ▪2009
