Aku mohon maaf jika didepanmu aku terlihat acuh dan sombong. Namun percayalah, aku seperti itu karena menghindari perasaan dadaku yang berdenyut kencang setiap kali melihat tatapanmu.
Hey, bukannya aku lebay dan alay, tapi itu perasaanku. Saat kamu menatapku seakan-akan langsung memanah hati ini. Hingga jantungku sesak dibuatnya. Aku tau kamu akan mengganggapku lebay pastinya. Namun ini kenyatannya.
Dalam diam aku tau kamu menatapku.
Ketahuilah satu hal, aku selalu berusaha untuk terlihat biasa saja di depanmu.
Jika ditanya pasal hatiku hari ini kamu adalah nama yang selalu ku harapkan dan mimpikan.
Ingat baik-baik, kamu harus tetap ingat ya, bahwasanya aku malu jika kamu menatapku begitu dalam dan intensnya.
Aku malu sungguh, aku malu dan takut atas debaran dada ini. Akhirnya ku putuskan untuk terlihat biasa saja bahkan merasa tak peduli dengan tatapanmu yang mengisyaratkan rasa suka. Aku berharap pada sang pencipta, jika kita jodoh kita pasti akan dipertemukan dalam sebuah ikatan sakral.
_Azizahdelviana
KAMU SEDANG MEMBACA
Telah Usai
Puisi(Selesai) Saat bibir tak mampu menjelaskan untung saja akal ini bisa merangkai kata-kata yang berhasil di tuangkan dalam tulisan. Berakhirlah sebuah kata yang bermakna bahkan mungkin disukai banyak orang. Mohon tinggalkan komentar yang membangun aut...
