Suatu hari nanti, jika kamu tidak mendengarkan kabarku lagi. Kamu apa kabar?.
Selama kita lost kontak, hatiku selalu berperang dengan pikiranku. Aku selalu menunggu notifikasimu di layar segi empat milikku. Tetapi sayang, kita adalah dua orang yang saling canggung membahas perihal hati.
Padahal setiap hari aku selalu memikirkanmu yang tiada kabar lagi. Ingin sekali mengirimmu pesan dan menelepon. Tetapi sayang, kesibukanmu membuat kita yang tak lagi bisa bercanda bahkan berkabar seperti dulu.
Aku pikir ini begitu lebai, tetapi ini perihal hati. Perasaanku bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan.
Jika aku sudah tiada lagi, aku mohon kuatkan selalu hatimu.
Perasaan cintaku, tidak akan berubah padamu.
Aku yang masih mencintaimu dalam diam.
_Azizahdelviana
KAMU SEDANG MEMBACA
Telah Usai
Poetry(Selesai) Saat bibir tak mampu menjelaskan untung saja akal ini bisa merangkai kata-kata yang berhasil di tuangkan dalam tulisan. Berakhirlah sebuah kata yang bermakna bahkan mungkin disukai banyak orang. Mohon tinggalkan komentar yang membangun aut...
