"Hm aku ingin meminta izin untuk..." ucap Yuju terpotong
"Untuk?" Sambungku
Yuju pun menutup matanya dan menghelakan nafasnya panjang kemudian dia membuka mata dan membuang nafasnya
"Aku ingin meminta izin mu untuk bisa menjaga Umji dan bisa menjadi kekasih untuknya" ucap Yuju percaya diri
Aku terdiam sejenak dan berpikir lalu aku mulai membuka suara
"Yuju aku percaya kan adik ku padamu, dan ku mohon jangan pernah membuatnya menangis apalagi membuatnya tertekan, jika kau berani membuatnya sedih, hidupmu akan berada di ambang kematian" ucapku tegas
Yuju pun terlihat ngeri dan menganggukan kepalanya
"Iya eonnie, aku janji tak akan pernah membuatnya bersedih, jangan kan murung aku tak akan membiarkan nya meneteskan air mata walau hanya setetes" ucap Yuju meyakinkan ku
"Bagus, jadi sekarang aku menerima hubungan kalian" ucapku tersenyum
"Ah kakak, terima kasih i love you i love you muahh" teriak Umji
"Iya-iya sana pergilah berkencan, aku akan di rumah saja" ucapku
"Kencan? Ide bagus, oh iya kak nanti ku bawakan permen kapas dan cadbury dairy milk almond untuk mu" ucap Umji
"Baguss belikan aku banyak cadbury dairy milk, dan permen kapas ok" ucapku antusias
"Iya kakakkk, kau ini semenjak bersama gadis itu kau sangat cerewet sekarang hm?" Goda Umji padaku
"Aishh yang benar saja kau" ucapku dingin
"Yak! Mulai lagi sikapnya, aku tak akan membawakan mu cadbury dairy milk sama permen kapas kalo begitu" ucap Umji
"Yak! Aku bercanda" ucapku terkekeh
"Baiklah kami pergi dulu kak" ucap Umji melambaikan tangan nya padaku
"Bye kak" sambung Yuju
Aku pun hanya tersenyum dan kembali menatap Eunha, Yerin dan Sinb
Aku pun teringat tentang kejadian saat seseorang mengirimkan fotoku dan Yerin dulu, tak butuh waktu lama aku langsung menegurnya
"Sinb aku ingin bertanya padamu" ucapku dingin
"Tanyalah" ucapnya
"Mengapa kau mengirimkan foto saat aku dan Yerin masih berpacaran dulu hah?" Ucapku yang membuat Eunha membelalakkan matanya
"Sowon, ja-jadi kau dan Yerin dulu-" ucap Eunha terbata
"Yaa aku dan Yerin pernah berpacaran" ucapku datar
"Tapi dulu" sambungku dingin
"Ak-aku pulang" ucap Eunha beranjak
Aku pun tak berdiam diri dan menahan tangan Eunha
"Sowon biarkan aku pergi kumohon" ucapnya lirih tanpa menatapku
"Ada apa dengan mu? Apa kau sakit hati karena mengetahui aku pernah pacaran dengan sahabat mu? Apa kau cemburu saat ini?" Tanyaku
"Aku mau pulang Sowon" ucap Eunha menepis tangan ku dan berlari
"Eunhaaa!! Tunggu!!" Teriak ku
Dia tak mendengar ku dan segera menaiki taxi, aku pun hanya diam sekarang
"Ada apa dengan Eunha? Mengapa dia seperti itu?" Tanya Yerin
"Mungkin dia menyukai Sowon" jawab Sinb
*Deghhh
Aku teringat perkataan Eunha dulu
"Tentukan jawaban mu dahulu Sowon, aku akan selalu menunggu mu"
Kalimat itulah yang teringat di otak ku saat ini
"Apa dia masih menyimpan perasaan nya padaku?" -batinku
Saat ini kami bertiga hanya terdiam, dan tak ada yang memecahkan keheningan disini
"Hm Sowon, aku dan Sinb sebaiknya pulang saja yaa" ucap Yerin
"Baiklah" ucapku datar
Mereka pun pergi dan aku menutup pintu lalu segera masuk ke kamarku, aku hanya berbaring di tempat tidurku sambil menyalakan tv sampai akhirnya aku teringat Eunha
"Eunha, apa benar kau masih mencintaiku?" Gumam ku
Aku pun mengambil ponsel ku dan mengirim pesan padanya
Sowon
Eunha apa kau marah padaku?Eunha
TidakSowon
Lalu mengapa kau pergi tadi?Eunha
Aku malas membahasnyaSowon
Yak! Jawab akuEunha
Sudah, kumohon jauhi aku sekarangSowon
Kenapa? Apa salahku?Eunha
Jauhi saja aku!Sowon
Baiklah jika itu mau muEunha tak menjawab dan hanya membaca pesanku, aku pun mematikan ponsel ku dan menutup mataku namun saat aku menutup mataku tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahku
Aku pun berjalan perlahan mendekati pintu dan perlahan membuka nya
*Krett
Aku terkejut saat melihat sosok di depan ku ini karena dia adalah...
Adalah? Siapa🤔 hantu? Atau yang lain? Atau mungkin Eunha? Ah sudahlah tunggu next part😂 btw congrats buat Yumji Shipper ciee dah diresmiin Sowon😂 tinggal nunggu Wonha nih😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Same Love
FantasySowon: Aku tak pantas menjadi kekasihnya, seharusnya aku bisa menjaganya, tapi aku terlambat. Mianhe Eunha Eunha: Aku selalu mencintainya, ya walaupun dia menganggap ku tak ada namun, aku tetap mencintainya, sampai saat aku tidak bersama nya lagi ci...