Grade XI IPA 2

284 8 1
                                    

"BINTANG!!! " Jeritan biasanya buat orang kaget,  tapi beda untuk Bintang yang hanya berjalan santai walaupun saat namanya diteriakkan berkali kali,  hingga membuat cowok berkacamata dibelakangnya itu kelelahan mengejarnya.

"WOEE,  Etdah cepet banget jalannya, WOEEE TUNGGUIN WEE!! BINTANG. Oh aku tahu caranya.  ONYETTT! "

Dan akhirnya Bintang menoleh saat nama ilmiahnya dipanggil.

"Paan?  Panggil - panggil"
"Hadeuhh,  sumpah jalannya cepet banget"
"Apa sih? "
"Tuh anak buah lo bikin onar lagi"
"Kayak ga kebiasaan aja lo"
"Ettt,  yang bertengkar ini ketua ma anggota,  Cuy"
"Ha? What?  Siapa? "
"Noh Joshua ama Bagas.  Gue udah niat  ngutang di kantin, ada rame- rame pada liatin,  kantin sepi,  gue disuruh bayar dah tu"
"Ntar ntar gue ke kantin dulu"

Baru beberapa langkah ia pijakkan,  cowok kacamata tadi mulai membuat Bintang terhenti dan auto sebal.
"Lah... lu mau kemana? "
"Ya kantin lah"
"Bertengkarnya udah imigrasi ke kelas adik lo"
"Oalah Bambwank! "
"Nama gue bukan Bambang woe.  WOEEE! "
"BODO"
Sambil berlari ia sangat kebingungan.  Ngapain Joshua ama Bagas bertengkar? Apa karena cewek lagi?

💐

BRAKK.. 
Pintu dihantam sesuatu yang keras hingga membuat Bintang yang baru saja sampai didepan pintu kelas XI IPA 2 terkejut bukan main
"Gilak lu"
"HEII,  KALIAN YANG DIDALEM,  BUKAA! JOSHUAAA,  BAGASSS.  BUKA PINTUNYA!  INI GUE BINTANGG"
Bintang masih bisa mendengar suara sorai yang sedari tadi menambah keseruan pertengkaran Joshua dan Bagas masih tidak berhenti diiringi suara barang barang yang dihantamkan kesana kemari.
"HEI,  BUKA PINTUNYA!  WOYYYY.  KALO LO SEMUA GA BUKA,  GW BAKAL BILANG KE ZAARA"
Seketika,  suara suara tadi berhenti,  pintu terbuka dan memperlihatkan dua cowok dengan luka luka sebagai souvenir dari pertengkaran mereka.
"Oh,  sekarang udah sok?  Ikut gue ke markas.  Sherllyaaa...  Lo ikut gue juga!"
Ya,  Sherllya memang harus ada ikut bersama mereka sekarang karena Sherllya adalah pacar dari Bagas.  Tampak gadis itu hanya menangis takut sembari melangkahkan kakinya mengikuti Bintang dari belakang.

💐

𝓜𝓪𝔂𝓫𝓮 𝓨𝓸𝓾Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang