Sinar matahari perlahan menyelinap masuk ke kamar Sherllya, membangunkannya dengan lembut dan memberikannya ketenangan. Hari baru, tantangan baru. Iya, seketika Sherllya langsung ingat dengan tantangan hari ini.
Ah iya, Kak Joshua!Sherllya beranjak dari tempat tidur dan menjalankan aktivitas paginya. Mandi, memakai seragam, dan sarapan. Kali ini Sherllya tidak bisa cekatan karena kakinya yang masih belum bisa diajak berkompromi. Mama dan Papa Sherllya mulai curiga dengan tingkah putrinya karena semalam Sherllya langsung masuk kamar dan tidak keluar sampai pagi.
"Sher? "
"Iya, Ma? "
"Kamu kok agak beda? Kaki kamu kenapa? "
"Mmm... Gapapa kok, Ma"
"Ayo jangan bohong. Mama sama Papa kan udah pernah bilang, kamu itu ga bakat bohong"
"Mmmm.. Sebenernya ini kena larutan acid, Ma"
"Hah, kenapa? Kok bisa? Nggak, nggak, kamu nggak mungkin ceroboh, Sher. Coba cerita sama Mama"
"Jadi ada temen aku yang ga sengaja numpahin larutan itu ke kaki Sherllya. Tapi Sherllya gapapa kok"
"Bener nih gapapa? Atau Mama anterin ke dokter? "
"Nggak usah, Ma. Udah ya. Sherllya berangkat dulu"
"Dianter sama Papa kamu ya? "
"Nggak usah, Ma. Sherllya dijemput temen"
"Yaudah hati - hati"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"💐
Joshua sudah menunggu Sherllya di luar rumahnya. Sherllya tiba - tiba tersenyum kecil melihat Joshua. Dia tidak mengerti kenapa ia tiba - tiba tersenyum. Apakah karena getaran di hatinya?
"Tadi nunggu lama nggak, Kak? "
" Nggak kok, lama banget malah."
"Aduh maaf ya, Kak"
"Hm. Udah berapa kali sih gue bilang, gue bukan kakak lo"
"Iya maaf"
"Yaudah sini naik"Joshua membantu Sherllya untuk naik keatas motornya. Dan tanpa sadar ternyata mama dan papa Sherllya mengamati dari balik jendela dengan terheran - heran.
"Ma, perasaan pacarnya Sherllya yang dikenalin ke kita bukan yang itu kan? "
"Iya, Pa. Yang ini malah lebih care, lebih cakep lagi"
"Iya sih, tapi kenapa ya? "
"Nggak tau sih, Pa. Coba pulang nanti Mama tanyain"💐
Sekolah adalah salah satu tempat teramai di dunia. Ya, inilah yang terjadi ketika motor Joshua memasuki gerbang sekolah. Bisikan, hujatan, dan lainnya mulai terdengar dari mulut para siswi yang melihat fenomena langka tersebut.
"Udah sampe, turun sendiri bisa nggak? "
"Iya, bisa"Sayangnya Sherllya tetap tidak bisa turun sendiri walau ia terus mencobanya. Joshua tertawa kecil melihat wajah polos Sherllya yang sedang panik karena tidak bisa turun dari motornya. Joshua pun turun dari motor dan menggendong Sherllya turun dari motornya. Sherllya sangat canggung dengan apa yang sedang terjadi saat ini.
"Kak, makasih ya udah bantuin aku"
"Gue anter sampe depan kelas lo"
"Ng... Nggak usah, Kak"
"Ngapa? Udah nurut aja. Dan udah berapa kali gue bilang... "
"Iya, kakak bukan kakak aku"
"Nah itu tau"Joshua menggandeng tangan Sherllya sampai depan kelasnya. Gigi sudah ada disana, dia sangat panik karena mendengar kalau Sherllya dijahili Geng Cabe.
"Sherllyyyaaa.. Lo gapapa kan? Gue denger lo dijahilin ama tu koreng panci ya? "
"Nggak papa kok. Kak Joshua, makasih ya"
"Hm. Eh lo kecil jagain nih temen lo, ntar pulang gue jemput dia lagi. Kalo Geng Cabe macem - macem, lo bilang ke gue. Kalo nggak teriakin aja nama gue. Yang kenceng tapi"
"Oke. Ntar - ntar. Kecill? "Sherllya tertawa melihat tingkah Gigi dan Joshua. Yang satu asal ceplos, yang satunya dingin banget kayak Antartika. 😊
💐

KAMU SEDANG MEMBACA
𝓜𝓪𝔂𝓫𝓮 𝓨𝓸𝓾
Romance"Mungkin dia yang bersamaku dihari ini, takkan bersamaku lagi dihari selanjutnya" ~muttyara18