23

822 57 2
                                        

Jangan lupa vote:)

Kau masuk ke dalam rumah Jimin ditemani Jennie.

Brukk...

Brukkk..

Jimin terus menerus menghajar Taehyung tanpa ampun.

"Brengsek" bruk..

"Bajingan" brukk..

"Keparat" brukkkk...

Taehyung diam tidak melawan. Kini ia babak belur akibat ulah Jimin.
Taehyung terbaring lemas di lantai.

"Bangun kau! Jangan jadi pengecut! Lawan aku brengsek!"ucap Jimin menarik kemeja Taehyung.

"Oppa hentikan!"ucapmu berteriak menghampiri mereka.

"Kau masuklah tidak usah ikut campur! Dia sudah membuatmu menderita,sedangkan dia pergi tanpa mempertanggung jawabkan perbuatannya! Dia tidak memikirkan anaknya. Dia tidak memikirkan kalian! Bahkan kau masih hidup atau matipun dia tidak tahu!!"ucapnya membentak mengeratkan cengkeramannya ke kerah baju Taehyung.

"Sudah cukup oppa hentikan!!"ucapmu menangis mencoba melepaskan cengkraman Jimin.

"Jimin sudah hentikan!"bentak Jennie
Dia langsung melepaskannya,Taehyung langsung tersungkur lemas di lantai.

Kau langsung bergegas menghampiri Taehyung dan meletakkan kepalanya di pahamu.
Kau menangis deras melihat keadaan Taehyung.

"S-saranghae Y-Y/n"ucapnya terbata-bata.
Darah ada dimana-mana di muka Taehyung .

Ia tetap tersenyum,kau membelai pipinya sambil menangis.

"M-maafkan aku"ucapnya

"Ani ku mohon bertahan lah"ucapmu sambil menangis deras.

Saat itu Daniel,Ryeon,dan Irene datang secara bersamaan.

"Eomma"Ryeon langsung menghampirimu dengan berlari dan menangis.

Ia memelukmu.
Taehyung membelai pipi Ryeon.

"Anakku"ucapnya sambil menangis.

"N-nee dia anakmu Taehyung"ucapmu menangis.

"Ahjussi kenapa? Eomma apa dia appa Eon?"ucapnya menatap heran Taehyung.

"Nee sayang dia appa Ryeon"ucapmu tersenyum masih dengan berlinang air mata.

"S-sayang maafkan appa"ucap Taehyung meneteskan air mata.

"Taehyung!"pekik Irene.

"Minggir kau! Menjauh dari suamiku! Dasar jalang!"ucap Irene sambil mendorong mu.

"Eomma! Dacal nenek lampil jahat"ucap Ryeon sambil memukul-mukul lengan Irene.

"Minggir kau bocah sialan"ucap Irene
sambil mendorong Ryeon hingga ia terjatuh.

"Ryeon!"kau langsung menghampirinya.

"Aduh eomma cakit"ringgit Ryeon

I Need YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang