g-10

22 1 0
                                    

Fay menonton seru lomba teman sekelasnya di salahsatu pojok lapangan. Hari ini merupakan hari terakhir class meeting untuk semester pertama kelas 12. Tidak terasa sudah hampir 3 tahun ia bersekolah di indonesia, dan ia mulai merindukan tanah kelahirannya. Bukan hanya itu, ia juga merindukan rekan-rekan basketnya  dulu terutama aster yang telah hilang kontak dengan tim mereka.

"Fay, kek nya kelas kita bakal banyak borong piagam deh. Liat tuh geng nya si mala semangat banget. Padahal semester kemaren ogah banget di suruh ikut class meeting"ucap farhan si ketua kelas yang sejak tadi duduk di samping fay.

Bukan hanya mereka berdua, beberapa teman sekelas mereka juga berkumpul disana seperti tengah piknik dan yang lainnya mengamati lomba-lomba yang ada dari dekat.

"Eh fay, itu kayak si zira fans lo deh"ucap gena  yang duduk di belakang fay tanpa menghentikan makannya.

"Ngomong itu makanannya di telen dulu, ge. Heran gue, ngemil mulu tapi badan tetep aja kek triplek"tegur farhan.

Gena hanya mengangkat bahunya acuh seakan kebal dengan ucapan farhan. Fay menoleh kearah yang di tunjuk gena, dan benar saja. Ia melihat zira yang berjalan lesu kearahnya, langsung saja ia menghampiri gadis itu.

"Zira, what's going on?"tanya fay.

Zira tak menyahut, ia malah semakin menunduk dalam. Fay bahkan sadar, gadis imut itu nyaris menangis.

"Kita duduk dulu yuk"ajak fay dengan logat british yang Masih kental.

Fay mengajak zira untuk duduk tidak jauh dari belakang teman-temannya. Farhan dan yang lain terlihat penasaran, namun fay menggeleng kilat sebagai isyarat agar teman-temannya tidak bertanya dulu.

"Its okay  if you wanna cry"

Mendengarnya, zira tak bisa lagi membendung air matanya. Ia menangis dengan wajah menunduk tertutup Kedua telapak tangannya. Fay tidak berusaha mengeluarkan kata-kata motivasi, karena ia sadar diri bukan motivator. Fay juga kurang suka mendengar dirinya sendiri berbicara bahasa indonesia tapi logatnya masih british kental. Ia lebih memilih Untuk menenangkan zira dengan mengusap pelan punggung gadis itu.

"Aku berantem sama ken, kak"ucap zira ketika tangisnya mulai mereda.

"Your bestfriend?"tanya fay memastikan orang yang dimaksud zira.

Zira mengangguk.

"Ken dan pacarnya lagi ada masalah, dan itu karena aku. Beberapa hari yang lalu aku minta ken buat fotoin aku dari belakang sambil pegang tangan dia. Ternyata pacarnya ngeh kalo itu tangan ken dan mereka jadi berantem. Dan tadi malem aku chat pacar dia, aku jelasin kalo aku yang minta tolong sama ken. Tapi dia malah mojokin aku dan nge blokir akunku"cerita zira.

"Kamu hari ini ada ngomong sama ken?"

Zira menggeleng. Fay mengedarkan pandangannya ke sekeliling yang terlihat masih ramai.

"Tunggu sini. Jangan kemana-mana, okay?"

Fay langsung melesat pergi meninggalkan zira.

"Pak, es krim yang pake cup rasa cokelat ada?"tanya fay ketika menghampiri Seorang pedagang es krim dengan seragam merah.

"Bentar ya dek, bapak cari dulu semoga ada"ucap bapak itu sambil membuka tempat es krim.

"Yaah dek, coklatnya tinggal satu. Sisanya stroberi"

"Ya udah gakpapa"ucap fay seraya menyerahkan selembar uang 20 ribu.

"Kembaliannya ambil aja pak"

"Wah, makasih ya dek. Oh ini balonnya"ucap pedagang itu seraya menyerahkan sepasang balon lipat panjang pada fay.

Fay kembali ke tempat dimana ia meninggalkan zira. Namun langkahnya terhenti ketika melihat zira yang tengah berdebat dengan seorang pemuda. Fay menghampiri mereka dan ingin mendamaikan kedua adik kelasnya itu sebelum yang lain sadar akan pertengkaran kecil kedua sahabat itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 14, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

gombalanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang