07

34 3 2
                                        

Ambar kini tengah berada di taman kota.Dia duduk di bangku taman,menunggu kedatangan Azka yang katanya sudah berada di jalan.

Ambar sendiri bosan menunggu Azka semenjak 20 menit kedatangannya ke taman ini.

Ambar memutuskan bermain game di ponsel miliknya,Tebak Gambar.

Sedang asik asiknya bermain game,tiba tiba Ambar merasakan kehadiran seseorang di sampingnya.
Ambar menoleh menampilkan wajah Azka yang sedang cengengesan menatapnya.

Ambar mengangkat sebelah alisnya.

"Ehm..kamu lama ya nunggunya"tanya Arka kikuk sambil mengusap tengkuknya.

"Hm"

"Ngambekan"

"Siapa"

"Kamu"

"Enggak tuh"

"Iya kamu ngambek"

"Terserah"

Azka terkekeh merasa gemas dengan tingkah Ambar yang sedang merajuk.Bukan maksud Azka untuk datang terlambat tapi dia masih harus mengerjakan sebuah urusan.

"Yaudah ikut aku yuk"Azka menarik tangan Ambar.

Ambar yang bingung akan dibawa kemana hendak bertanya tapi dia merasa gengsi,kan dia marah sama Azka.Ambar sampai bertekad ingin mendiami Azka setelah ini.

"Eit lupa..tutup mata kamu"
Azka tiba tiba melilitkan sebuah kain merah di matanya.

"Az apaan sih ah,lepasin gak"ucap Ambar galak sambil terus meronta ronta.

"Ambar diem dong janji deh nanti beliin eskrim"

Seketika Ambar terdiam tak lagi berontak atas apa yang Azka lakukan padanya.

Azka menuntunnya.Entah ia akan dibawa kemana oleh laki laki ini.

Langkah mereka terhenti.

"Azka udah sampe?"

Hening.Tak ada jawaban dari Azka.

"Azka kamu dimana"
Ambar meraba raba sekitarnya tempat tadi Azka berdiri tapi nihil, tidak ada siapapun si sampingnya.

"Azka ish kemana sih"
Ambar yang merasa kesal langsung membuka tutup matanya.Matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.

Ambar menatap bingung bunga bunga yang berbentuk hati yang mengelilinginya.

Ambar melangkahkan kakinya ke luar karangan bunga tersebut takut dia salah tempat dan mengacaukan acara orang lain pemilik karangan bunga yang sebenarnya.

"Eh eh mau kemana"

Tiba tiba Azka muncul si hadapannya sambil menampilkan ekspresi paniknya.

"Gak mau kemana mana"jawab Ambar ketus.Azka hanya terkekeh melihatnya yang membuat Ambar semakin merasa kesal padanya.

"Kok gak di dalem situ"

"Gak ah nanti yang punya marah"
Ambar melangkah menuju kursi tadi tempatnya duduk.

Azka langsung mencegahnya.Cowok itu menarik tangannya untuk memasuki kembali karangan bunga tersebut.

"Azka ih nanti orangnya marah gimana"ucap Ambar garang sambil memelototkan matanya yang malah terlihat menggemaskan di mata Azka.

"Gak akan"

"Azka ngapain sih nanti yang punya marah,ayok duduk disana aja"ucap Ambar sambil menunjuk kursi yang ia duduki tadi.

Ambar menarik tangan Azka tapi Azka tetap diam.

"Azka ayo cepetan nanti yang punya keburu dateng"ucap Ambar panik sambil celingukan mencari pemilik karangan bunga tersebut.

"Yang punya ada di depan kamu"

"Eh"

"Ambar,aku tau aku bukan cowok yang baik,aku nakal kadang gak nurut sama mama,aku cerewet ya aku tau itu, tapi untuk saat ini aku pengen menjalin hubungan sama kamu,aku gak pengen kamu diambil orang jadi.."

"Jadi?"tanya Ambar.

"Will you be my girlfriend?"

Ambar diam sambil menampilkan ekspresi datarnya.Ia ingin mengerjai Azka karena telah membuatnya menunggu lama.Azka ketar ketir melihat ekspresi yang Ambar tunjukkan sama seperti Ambar yang dingin saat ia baru mengenalnya.

"Am kalo kamu gak mau juga gak ap-"

"Yes i will"

Azka membulatkan matanya seakan tak percaya atas apa yang Ambar ucapkan.

"Am tolong cubit aku sekarang Am cubit"

Ambar menyubit pipi Azka gemas.

"Aku gak mimpi?"tanya Azka berbinar binar.

Ambar menggeleng sambil terus menyubiti pipi Azka.

Azka langsung memeluk erat Ambar dengan perasaan yang membuncah.







***

TBC

See you next part😉

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 27, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AmbarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang