"Jimin di mana?"
'Tumben menelpon. Kenapa?'
"Bisa tidak ya, kalau orang tanya ya di jawab bukan balas bertanya. Tidak sopan tau namanya itu!"
'Kkkk~ iya sayang ini di apartemen Taehyung, kenapa?'
Blush.
Lemah sangat memang iman Min Yoongi.
"Coli lagi ya?"
'Astaga Yoon, memangnya tempat coli cuma di sini?'
"Ya siapa tau." Yoongi mengendikkan bahu. "Taehyung di sana?"
'Lagi di hotel, pesta kuda ngik ngik sama Jungkook. Mau kesini?'
"Meroket, bantetku!"
Sialan.
Jimin tidak bantet!
Yang benar itu kuntet!
.
.
.
"Jimin, kamu tinggal di mana?"
"Di apartemen," Jimin mengelus rambut Yoongi.
Tidak tau diri memang Yoongi, datang-datang langsung tiduran berbantalkan paha Jimin.
Kan kalau banyak gerak, bahaya.
"Sendirian? Berapa kamar?"
"Iya, satu."
"Yahh," Yoongi merengut.
"Kenapa?"
"Aku mau numpang dulu sampai nanti bisa pindah."
"Bagaimana bagaimana? Coba jelaskan dulu."
"Jadi gini loh, my crush." Yoongi mendudukkan diri, menatap Jimin serius. "Aku kan tinggal sama sepupu, nah dia mau menikah nah aku di tawari Hoseok untuk tinggal bersamanya saja. Ya paling nanti aku bantu bayar apa ketika aku dapat kerja sambilan. Tapi berhubung Hoseok sedang di lu-"
"Mantanmu kan ya?" Potong Jimin tak sabaran.
"Iya,"
"Yasudah tinggal denganku. Tidak perlu bayar apa-apa, aku tanggung semua dari sewa, isi kulkas dan segala macam. Kamu cuma perlu masak untuk makan kita. Kerja sampinganku lumayan, kalau mau kerja sampingan nanti ku carikan. Uangnya di tabung saja atau buat jajan sehari-hari. Tinggal selamanya denganku juga boleh. Kamar ada satu, kasurku besar, kamu mau guling sampe kejedot dinding juga silahkan. Yang penting satu, jangan bawa wanita atau pria lain yang mengandung unsur plus plus. Zinah, dosa."
Mengedip sekali.
Tersenyum bak gulali.
Memeluk Jimin erat hingga yang di peluk takut khilaf diri.
"Serius? Benar ya Jim?"
"Iya."
"Tidak merepotkan kan ya?"
"Tidak," Balas Jimin mantap.
"Serius?"
"Iya."
"Tapi aku tidak enak ah kalau cuma di suruh masak saja. Nanti aku beres-beres juga walau keseringan malas. Kamu yakin aku tidak perlu melakukan hal lain?"
"Ya ada kalau kamu memang merasa tidak enak."
Jimin berdeham.
Yoongi merasakan firasat buruk.
"Apa?" Duh, Yoongi menyesal keceplosan bertanya.
"Cium aku setiap pagi dan sebelum tidur."
Kan.
Benar.
Harusnya Yoongi itu tidak usah banyak gaya. Susah sendiri kan? Menolak nanti rugu, menerima nanti di kira murahan.
Jadi galau.
-TBC-
KAMU SEDANG MEMBACA
[MinYoon] Oh Yeah, Handsome!
FanfictionHanya cerita humor tentang hubungan Yoongi dan Jimin.
![[MinYoon] Oh Yeah, Handsome!](https://img.wattpad.com/cover/190134506-64-k940289.jpg)