Chapter 12 : Tergantikan

2.8K 341 89
                                        

Haikyuu!!©Furudate Haruichi
Only You©MikaMikaa_

Haikyuu fanfiction^^

Warning: bxb,Shounen-ai,Lemon,
Ooc!,Typo(s).
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

'Tergantikan'


"Are.. Kuroo-san?" gumam Akaashi.

Bokuto diam menatap kedua sohibnya dengan wajah datar. Dia tau kalau Akaashi sudah baikan dengan Kuroo.

"K-Kuroo? Apa yang kau lakukan disini?!" Bokuto bertanya dengan nada tinggi.

Bokuto sengaja meninggikan nadanya agar terlihat seperti tidak tau kalau kedua temannya sudah baikan.

"Ah, aku.. sudah baikan dengan Akaashi.. jadi, maafkan aku juga ya?" balas Kuroo sembari merangkul pundak Akaashi.

Bokuto menatap Kuroo tidak suka, baru pertama kalinya dia bersikap begini pada Kuroo.

"Ehm, iya." Bokuto menjawab.

Betapa sakitnya hati Bokuto saat melihat pujaan hati sedang duduk berdua dengan sahabat sendiri.

Tau gini, aku gak kesini tadi.. daripada sakit hati. - Bokuto 2k20.

∅∅∅∅

"Washio.. aku harus gimana?!" Bokuto berteriak histeris kejang-kejang sambil minum pop es melon.

Coba tebak?! Bokuto sedang curhat sama mama Washio di rumahnya sambil nyedot susu kental manis.

Washio sebenarnya adem adem aja tadi, tapi pas Bokuto datang, duh bawaannya udah kayak cewek pms, pengen ngamox mulu.

"Aku rasa sih, kau harus mengungkapkan perasaanmu segera." Washio menjawab santuy.

"Tapi ada.. Kuroo.."

Sumpah, Washio pengen nampol kapten gobloknya yang lagi duduk di depan matanya saat ini.

Lah gimana sih, dikata suka, tapi gamau ngungkapin. Terus takut si doi di ambil Bro nya sendiri. Kan bangcad gitu >:(

"Gimana kalo kamu mati aja?" Washio mengancam dengan senyum bangsad.

"Eh! Lah kok? Oh, aku mengerti. Kamu nanti pasti mau bilang perasaanku ke Akaashi pas aku udah mati, ya? Kan?! Kan?!" Tebak Bokuto semangat.

Duh, udah gak kuat Washio.. kudu nampol sesuatu ini mah.

"Hahh.. serah kamu! Udah sana cepet mati! Kesel gw." Gerutu Washio.

"Astaga.. jahat sekali kau, sama kapten sendiri juga.." kata Bokuto melas.

"Serah lu lah nyet."

∅∅∅∅

"Cepatlah, Bokuto!!!!!" Komi berteriak tidak sabaran.

Bokuto masih sibuk memilih jenis bunga yang terpampang di depan matanya.

Jika kalian bertanya, untuk siapa? Untuk Akaashi jawabannya. Rencana Bokuto sih mau minta maaf sekaligus mengatakan perasaannya pada Akaashi.

Only You // Bokuaka [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang