DISCONTINUED.
"cari mati, lo? lagi heat malah keliaran."
lee eunsang, omega manis yang mengalami heat pertamanya, terduduk lemas sambil berkata lirih mencari pertolongan.
cha junho, seorang alpha tampan menghampirinya saat mencium aroma feromon yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
junho bersiap mengantar eunsang pulang saat tiba-tiba bell berbunyi. Junho menatap eunsang sekilas sebelum melangkah pergi untuk membuka pintu. Eunsang yang penasaran hanya mengekori junho di depannya.
junho membuka pintu tanpa melihat intercom. Ia mengernyit melihat siapa yang datang.
"ngapain kesini?" gertak junho.
di depannya berdiri seorang beta tak tahu diri. Minju. Orang yg tak mau menyerah mendekati junho sejak SMA.
Minju melirik punggung junho. "oh, dia manis! hai!"
eunsang menatap minju penuh waspada gadis cantik itu membuatnya merasa terancam.
"lo berhenti ganggu hidup gue, bisa?" junho menggeram rendah.
sret
junho melotot marah saat bibirnya dicium dengan kurang ajar oleh minju. Ia mendorong gadis itu dan berlari menghampiri eunsang yang sudah tersungkur di lantai.
"wow. ternyata bener, alpha yang bersentuhan sama wolf lain yang berbeda jenis sebelum penandaan, si omega bakal terluka. haha luar biasa."
"sialan!" junho mengumpat saat minju tertawa dan keluar meninggalkannya.
Eunsang meremas lengannya yang terasa sangat terbakar. junho dengan panik memeriksa lengan eunsang tepat dimana lambangnya berada.
"eunsang, maaf.. "
ada luka melepuh di sekitar lambang milik eunsang.
"s-sakit banget, juno.. "
nyatanya, inilah alasan mengapa pemerintah menyuruh seluruh omega dan beta yang mendapat tanda tidak dikenal untuk mendaftarkan diri ke pusat kependudukan. Karena kasus kematian omega dan beta yang selalu tinggi tiap tahunnya. Karena tanpa alpha sadari, mereka melukai mate nya yang belum ditandai dengan cara bersentuhan dengan omega atau beta lain. Bekas cambukan, sayatan, luka bakar, bahkan kematian pun bisa terjadi.
junho mengecup luka eunsang berkali2, menyesap kulit putih omeganya. Bahkan dia tak segan untuk menjilati luka di lengan sang omega. dia berusaha, tapi kecupan dan jilatannya bahkan tak akan cukup.
"maaf, gue gak bermaksud melukai lo kayak gini."
eunsang menatap junho dengan mata sembabnya. dia mengusap air matanya dan mengangguk pelan. "aku mau pulang, juno."
"oke, tapi kita obati luka lo dulu."
junho memecahkan sebuah gelas dan menggunakan pecahannya untuk menyayat lengan kirinya. eunsang terbelalak, ia panik melihat bagaimana darah junho menetes mengotori lantai.
"juno.. "
junho tersenyum tipis, "ini gak sakit, tenang aja."
eunsang terdiam saat junho meneteskan darahnya di lukanya. Luka itu perlahan menutup, mengering, kemudian menghilang tanpa bekas.
"kalau ada omega yang terluka, maka alphanya yang harus membayar dengan darahnya. Gak peduli jika itu bisa membuat dia mati karena kehabisan darahnya. Bener kan?"
eunsang mengangguk kaku, berusaha mengerti atas penjelasan junho barusan. Bahkan ia tak sadar jika aroma junho kini benar2 melekat kuat di tubuhnya.
—tbc
hai? maaf karena aku bener2 nggantung kemarin haha.
yuk, support aku dengan nyumbang vote ataupun comment disini wkwkw. thanks