Part 3

29 1 0
                                    

kaila masih setia memperhatikan lelaki yang berada di ujung sana, walaupun hanya melihat hatinya sudah cukup untuk merasakan desihan kehangatan membuat ia enggan untuk beranjak
"benar kata yaya, betapa indah ciptaan tuhan" kaila menatap siapa lagi klon bukan kezo lelaki yang tak mau menyadari keberadaan nya! dengan senyuman yang mengembang dibibir nya seakan senyuman itu seakan enggan untuk memudar.
kezo yang merasa di perhatikan langsung menoleh ke ujung sudut ruangan itu
'deg'
sesaat mereka beradu pandang,
seakan oksigen di ruangan itu menghilang sesak sangat sesak!!
pandangan kenzo begitu menyusuk, bukan pandangan yang terjadi di novel-novel roman yang mana akhir dari saling pandang itu sebuah senyuman!! ini sangat berbeda!!
kenzo menatap nya dengan rasa muak!! dan berakhir kedatangan nya menuju meja ini tempat di mana aku diam-diam memperhatikan nya!!
"lo punya kuping kan utuk dengar ucapan gue, apa lo udah budek!!"suara berat itu terdengar menyakitkan bukan di revisi sangat-sangat menyakitkan garis bawahi itu.
"daniel, ak..aku..._"
"udah gue bilang berapa kali ke lo, jangan pernah ngikuti gue! ! apa lo budek!!"
"sekarang lo pura-pura bisu, ha!"
kaila terdiam ia tak sanggup menatap pria yang berada di hadapannya ,kini ia hanya bisa menahan air mata yang hendak turun,kini beberapa mata memandang ke arah mereka bukan di revisi tapi semua mata sedang menyaksikan mereka.
"asal lo tau, lo itu kayak cewek murahan SADAR GAK!"

'tes'
air mata itu kini lolos dari sarangnya terjatuh membentur wajah cantik itu, di balik air mata itu ia tersenyum getir...
kini hati nya benar-benar seperti tercabik tapi kenapa ia tak bisa membenci lelaki yang berada di hadapan nya, bukannya ia sangat bodoh?
ia mendongak  menatap lelaki yang selalu menjadi harapan di balik penantian nya.
"aku memang murahan daniel,tapi itu cuma sama kamu "kaila menarik nafas berat ia mengerutuki dirinya kenapa ia harus menangis seperti ini,kenapa ia begitu lemah di hadapan seseorang yang begitu ia harap kan..
tuhan..bantu aku!!
"aku harap kamu  gak benci aku,walaupun cuma sekali dalam hidup kamu"
"Makasih daniel, udah buat aku sadar kalo aku mencintai orang yang salah!! Semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu kelak " air mata kini tak bisa tertahan kan ..kaila belari meninggalkan kenzo yang hanya terdiam menatap ke pergian kaila.
'arghhhh'
kenzo terduduk lemas di bangku tempat kaila duduk sembari menatap nya dengan sebuah senyuman tapi apa yang dia buat,ia membuat gadis tak bersalah itu menangis karena dirinya
"apa lihat,lihat bubar "terik Alex yang di sambut seruan ricuh oleh siswa/i yang melihat adegan itu .
"ken" panggil risa
kenzo berdiri menatap ke tiga sahabatnya
"gue butuh waktu sendiri gays " seru kenzo berjalan meninggalkan ketiga sahabatnya, yang hanya lagi-lagi terpatung menatap kepergian teman nya.

****

kaila teduduk lemas di bawah sebuah pohon yang tepat berada di belakang sekolah, kini air mata itu benar-benar tak bisa terbendung suara isakan pun kini terdengar pilu...
"tuhan kenapa bisa sesakit ini " rintih nya menahan sakit. Ia menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan nya.
"ternyata sang pahlawan juga bisa nangis ya " seru seseorang,sembari menyodorkan seutas sapu tangan
kaila menatap lelaki yang berada di samping nya dengan pandangan kabur sebab air mata yang sama sekali enggan untuk berhenti.
pria itu duduk di samping kaila,tangannya masih mengacungkan sebuah sapu tangan ke hadapan kaila,kaila menerima sapu tangan itu
"Makasih "
pria yang berada di hadapannya hanya membalas tersenyum
"kadang kita memang butuh nangis, kita manusia bukan malaikat "ucap lelaki itu, kaila menoleh melihat lelaki itu yang terus memandang ke depan.
"kadang cinta itu emang egois ya, iya sama sekali gak mau kompromi dulu di mana sepantasnya dia berada" sambung pria itu, kaila masih setia mendengar ucapan pria itu
"oh ya kenalin gua angga "ucap pria itu sembari mengulurkan tangannya
"oh..gue kaila " balas kaila
"ngomong-ngomong Makasih sapu tangan nya " sambung kaila angga tersenyum ramah
"ya Sama-sama, aturannya gue yang bilang Makasih sama lo" seru angga.
kaila menatap angga dengan tatapan bingung
"Makasih buat bantuan lo yang selalu lindung ngi adek gue dari temen-temen nya yang jahil " jelas angga
"adek lo yang mana?"
" yang tadi pagi barusan lo bantuin"
"oh..itu adek lo"
"iya kenapa? " tanya angga
"gak papa, cuma sekadar nanya "

hening beberapa saat...
"angga sekali lagi Makasih ya sapu tangan nya,gue cabut duluan ya"seru kaila sembari meninggalkan angga .angga hanya tersenyum.
"gue tau lo beda dari yang lain kai, sekarang giliran gue yang berjuang untuk nakhluki hati lo kai!!" seru angga yang masih menatap punggung kaila.
-----''

secangkir kopi Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang