~~~
Melihat Shelyna tak menjawab pertanyaannya. Guru sosialita itu kembali angkat suara.
"Kembali kebangku masing-masing sekarang!, bukannya tadi ibu sudah bilang peraturannya bangku harus sesuai dengan urutan no. Kalian dipapan informasi? Kembali sekarang". Tegasnya.
Shelyna nampak sangat berat hati meninggalkan bangku yang telah ia tempati. Dibangku itu pula ia mendapatkan teman pertamanya dikelas. Namun, peraturan gurunya sama sekali tak dapat dibantah.
Dengan hati yang tak ingin pergi meninggalkan bangku tersebut Shelyna berdiri.
"Prilly--" Selontar kata memanggil namanya dan didapatinya seseorang menggengam tangannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman barunya itu, Elyvia.
"--maaf yah, gara-gara gue lu dimarahin guru". Ucapnya dengan wajah bersalah.
"Gak papa kok, lagian gue juga senang bisa berkenalan ama lo. Makasih yah". Shelyna melontarkan senyum pada gadis itu yang kemudian mendapat pelukan darinya.
"Hmm~ Prilly lo baik banget deh~". Elyvia begitu menyukai teman barunya ini. Namun, Shelyna yang dipeluk tiba-tiba seperti itu nampak kaget dan merasa canggung.
***
Ia berjalan menghampiri bangkunya. Disebelahnya sudah terdapat anak lelaki dengan wajah dingin yang menghiasinya. Dengan hati tak tenang ia menduduki bangkunya. Sepotong kata pun tak terucap dari bibir lelaki itu,setidaknya ucapan sapa atau terima kasih saja sudah cukup bagi Shelyna karna ia telah --bisa dibilang-- telah membantu pria itu. Namun ekspetasi tak sesuai realita. Sudah kuduga akhirnya akan seperti ini.
Setelah semua murid kembali kebangku yang telah ditetapkan. Guru sosialita tadi mulai memperkenalkan dirinya secara resmi. Tak ada nada tinggi lagi sekarang, namun tetap saja ekspresi cueknya masih jelas terlihat.
"Baik, karna kalian telah kembali ke bangku masing-masing maka ibu akan mulai memperkenalkan nama ibu". Kata wanita itu.
Ia berdiri dan mulai mencorat-coret papan tulis. "Zenila Zetha" tertulis jelas dipapan tulis.
"Kalian bisa panggil ibu dengan panggilan Bu Zetha" ucapnya mengakhiri perkenalannya yang mendapat anggukan dari siswa-siswanya dan kembali menjelaskan berbagai perihal yang sekiranya penting untuk seluruh siswanya.
"Ibu pegang matapelajaran matematika. Jadi bila ada yang telat masuk dijam pelajaran ibu, kalian akan dapat konsekuensinya". Tegasnya ulang menekankan agar diingat oleh semua siswanya tak terkecuali siapapun dia.
Setelah cukup banyak menjelaskan berbagai hal menyangkut peraturan kelas dan sekolah, bu Zetha berdiri mengakhiri pertemuannya dengan siswa walinya. Namun ia tak lupa berpesan kepada Shelyna.
"Sebentar keruangan ibu. Ambil jadwal pelajaran dan absen kelas". Katanya yang mendapat anggukan oleh Shelyna lalu berjalan keluar dari ruangan.
"Ya Tuhan cobaan apa lagi ini?". Keluh Shelyna dalam hati.
Beberapa menit kemudian.
Keadaan begitu canggung, tak ada diantara mereka yang membuka mulut, ya setidaknya saling sapa atau senyum. Shelyna menoleh dan mencoba untuk tersenyum dengan pria disampingnya.
Ia menoleh dan mendapati pria itu menyandarkan kepalanya dikursi seraya menutup mata. Ok fix! Pria ini bukan teman yang cocok untukku!.
Shelyna membalikkan posisi kepalanya, menoleh kearah awal. Namun...
"ASTAGHFIRULLAH YA ALLAH!! Tidak Shel! Anggap lu gak liat! Lu gak liat apa-apa!"
*****
Ding....dong...deng.....~~
Yahh udah dipenghujung...
Waduhhh... ada apa dengan Shelyna ya readers?.
Pantengin terusssssssss yahh..
Eitzzzz!! Tu bintang2 diteken dong!! Itu tuhhhh penyemangatku temen2.. jadi pleaseee ditekan.
OKEY?!
See you next time~~
Kendari, 09 Februari 2020
@nadia_arrm26
KAMU SEDANG MEMBACA
Shelyna (On Going)
ÜbernatürlichesShelyna, gadis 15 tahun yang begitu misterius. Ada suatu hal dari dirinya yang tidak diketahui oleh orang lain. Namun,dalam dirinya pun ada sesuatu yang hilang, yang ia sendiripun tak tau akan hal itu. Apakah itu? Penasaran dengan kisah Shelyna? Mak...
