Shelyna, gadis 15 tahun yang begitu misterius. Ada suatu hal dari dirinya yang tidak diketahui oleh orang lain. Namun,dalam dirinya pun ada sesuatu yang hilang, yang ia sendiripun tak tau akan hal itu. Apakah itu?
Penasaran dengan kisah Shelyna? Mak...
"Don't forget for follow, vote comment and share ya Readers!😚😙"
~~~
Shelyna kemudian menuju kelasnya, X Mipa 1, kelas dengan kumpulan orang-orang pintar dengan nilai sempurna. Shelyna merasakan jantungnya berdegup kencang. "Loh?kok gue deg-degan, ni jantung gak kelainan kan? Apa jangan-jangan gue sakit?" Pikirnya dalam hati sembari menuju kelas.
Haduh.. dasar Shelyna, saking dinginnya sampai-sampai perasaan deg-degan nya pun dianggapnya penyakit padahal itu karena rasa senangnya bisa masuk jurusan Mipa dengan nilai yang memuaskan.
*hufftt.. pusing pala authorr..
Sampailah ia dikelas dan memasukinya. Dikelasnya telah dipenuhi oleh siswa. Mulai bingunglah ia hendak duduk dibangku mana soalnya tak seorangpun dari siswa dikelasnya yang ia kenal. Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya.
"Shelyna Prilly Edyberth?" Sapa seorang gadis dengan senyum manisnya yang seolah-olah bertanya apakah benar namanya Shelyna.
"Iya?" Dijawabnya dengan wajah bingung. "Siapa gadis ini? Dia kenal gue? How?" Tanya nya dalam hati.
"Oh? Jadi bener namamu Shelyna Prilly Edyberth?, Hai Aku ChelseaElyvia ". Gadis itu terlihat sangat senang lalu mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Shelyna. Elyvia gadis cantik khas Nusantara dengan senyum yang manis serta rambut hitam kecokelatan yang dipotong sebahu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"A-a iya? Hai" Jawabnya singkat lalu menjabat tangan gadis itu layaknya sedang berkenalan. Diperhatikannya gadis itu dengan seksama.
"Gue panggil lu Prilly aja yah? Soalnya namamu panjang banget. Kalo gue panggil aja Elyvia" Katanya kembali tersenyum.
Shelyna yang tiba-tiba diajak berkenalan seperti demikian hanya membalas dengan senyum atau anggukan. "Gue mesti balas kayak gimana? Gue mesti ngomong Apa? Apa? Aduhh.. gimana sih hadapin situasi kayak begini?" Batin Shelyna.
"Prilly?" Tegur gadis itu membangunkan Shelyna dari lamunan batinnya. "Lu gak papa kan? Kayaknya lu lagi mikirin sesuatu. Lu punya masalah?".
"Ohh, syukurlah.. yuk kita duduk, kita sebangku loh Prilly" Ajak Elyvia yang kemudian memegang tangan Shelyna hendak menunjukkan bangku mereka.
Duduklah mereka dibangku kedua deratan paling depan. Bangku yang sedari tadi nampak kosong.
"Eee Elyvia?" Ucap Shelyna Canggung yang hendak mengatakan sesuatu ke Elyvia.
"Iya?" Jawabnya dengan senyum sambil memandang Shelyna.
Dipandangi dengan senyum oleh Elyvia membuat Shelyna nampak salah tingkah.
"Eehh, emm, kok lu tau nama gue?" Jawabnya tampak canggung dan terus saja salah tingkah.
Bukannya jawab pertanyaan dari Shelyna, Elyvia malah tersenyum sambil menyipitkan matanya yang bundar.
"Lu lucu ya Prilly?" Jawabnya sambil menyandarkan dagunya ditangannya.
"Eh?" Bingung Shelyna.
"Lu kayaknya tipe orang yang akan salah tingkah atau gugup bahkan sangat canggung ketika berjumpa dengan orang baru" Ucap Elyvia yang terus saja memandangi Shelyna. Namun Shelyna nampak sangat terkejut mengetahui ada orang yang bisa membaca dirinya.
"Ni orang kok bisa--..... tau sih? jangan-jangan dia stalker?" Batin Shelyna yang kembali memikirkan hal-hal tak pasti. Shelyna mengerutkan keningnya layaknya sedang berpikir keras yang kemudian mengundang tawa Elyvia.
*stalker=penguntit
"Haha, raut wajah lo kayak gitu seolah-olah sedang ngintrogasi gue. Gue bukan orang jahat kok. Gue cuman pengen jadi teman lo, gue bisa tau nama lo dan sebangku ama lo karena peraturan kelasnya emang gitu" Jelas Elyvia santai ke Shelyna yang lagi-lagi kembali menunjukkan senyumnya yang manis.
"Peraturan kelas?"
"Iya, tadi walikelas kita sempat masuk ngasih selembar kertas kemudian karena ada urusan mendadak ia keluar sebentar. Dan ternyata kertas itu tentang pengaturan bangku kelas ini. Bangku kelas sesuai dengan urutan nama kita dipapan informasi,misalnya gue urutan 3 maka dapat bangku ke tiga,gitu" Jelas Elyvia panjang lebar.
"Loh?"_batin Shelyna
"Tapi,sekarang lo duduk dibangku ke 4 dan gue bangku ke 3, itu gk nyambung sama pengaturan bangkunya" Tanya Shelyna sedikit kebingungan.
"Oh iya,hehe, jadi sebenarnya gue minta tukaran bangku, gue gak mau duduk berdua ama cowo soalnya yang urutan 4 itu cowo, jadi pas gue liat urutan 2 itu cewe, gue minta tukaran deh, yaa akhirnya si urutan 4 duduk ama siurutan pertama dan lo ama gue deh.. hehe" Kembali Elyvia bercerita panjang lebar.
"Ohh gitu" jawab Shelyna datar.
"Gk papa kan?" Tanya Elyvia sedikit khawatir sekiranya Shelyna tak menyukai usul nya.
"Gak papa kok, gue juga gak suka duduk sebangku ama cowo"
"Nahh itu, dan gue denger-denger Si urutan pertama itu brandalan loh, anaknya super dingin dan cuek. Aduhh, siapa yang mau duduk bareng dia coba?" Cerita Elyvia sambil melirik bangku pertama yang ada dipojok kelas yang sedari tadi nampak kosong hanya ada seorang pria saja disana yaitu teman sibangku urutan pertama.
Shelyna pun ikut melirik bangku pertama. Entah mengapa saat ini Shelyna dapat berinteraksi dengan oranglain selain sahabatnya Rara.
"Tuh liat, orangnya aja belom nongol padahal ini kan hari pertama sekolah, bisa-bisa nya dia terlambat" Cibir Elyvia tak percaya pada si urutan pertama sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Berandalan ya? Hmm.. Ali Syaqif? Namanya bagus tapi....-- sifatnya antonim dari namanya namun bagaimana bisa nilainya setinggi itu?" Tanya Shelyna dalam hati mengingat bahwa si berandalan itu adalah si urutan pertama dijurusan Mipa yang berarti dia adalah anak yang sangat pandai.
***** Uwoww...! Hai Readerss! Back again dengan author gaje. Penasaran ama siberandalan itu? Wkwkwk sama (°^0^°). Pantengin terus yah kisah Shelyna_prilly ini. Bantuin aku ngembangin ceritaku ini yah... Salam manis Author gaje (°^_^°)