Shelyna, gadis 15 tahun yang begitu misterius. Ada suatu hal dari dirinya yang tidak diketahui oleh orang lain. Namun,dalam dirinya pun ada sesuatu yang hilang, yang ia sendiripun tak tau akan hal itu. Apakah itu?
Penasaran dengan kisah Shelyna? Mak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesosok mengerikan terus memandanginya. Wajahnya yang pucat, rambutnya yang berantakan serta matanya yang melotot tajam sontak membuat Shelyna terkejut.
"Tidak! Aku tak melihatnya!. Kendalikan dirimu Shelyna!". Batinnya berusaha mengendalikan dirinya.
Takut?, rasa itu tak dimiliki Shelyna. Ia sudah terbiasa dengan hal-hal tak dapat dinalar seperti itu. Ia lebih takut jika ada yang tahu tentang kemampuannya melihat kedunia lain.
Kenapa?, karena ia tak ingin dianggap aneh dan dijauhi orang-orang terutama bila ia dijauhi oleh Rara,sahabatnya.
"{Apa kau dapat melihatku}". Suara parau nan serak keluar dari sosok mengerikan itu sembari tetap melototinya.
"Nggak! Lu gak dengar apa-apa Shel! Lu gak dengar apa-apa!"
Melihat Shelyna yang tiba-tiba nampak kaku dan kelihatan sedikit aneh berhasil membuat mulut Ali Syaqief terbuka.
"Kenapa lo? Kesurupan?"
Ya!. Kata-kata itu merupakan sebuah bantuan bagi Shelyna. Shelyna berbalik kearahnya dan menatapnya lekat sembari tersenyum.
"Terima kasih". Batin Shelyna.
Ali hanya menaikan sebelah alisnya, heran dengan gadis yang menoleh padanya.
"L-lu.. mau kekantin bareng gak?". Terbata-bata Shelyna mengajak Ali Syaqief kekantin. Aduuuhhhh... ngapain lu ngajak kekantin segala sihhh Shel!!.
"Okeh". Ali menerima tawarannya.
Ali kemudian berdiri.
"Ngapain lu masih duduk? Gak mau kekantin?. Tanya Ali dengan wajah datar.
Shelyna pun lekas berdiri dan berjalan perlahan keluar dari bangkunya diikuti oleh Ali. Namun, mata tajam sang hantu terus saja memandanginya.
Mereka pun keluar kelas menuju kantin.
"Mereka mau kemana?". Tanya Elyvia dalam hati.
Dikantin
"Lu keliatan pucat gitu, gak sarapan apa dirumah?". Ali Syaqief mulai bertanya sambil melihat-lihati satu persatu dagangan yang ada dikantin.
"E-ehh.. gu-gue sarapan kok". Gugup Shelyna menjawab pertanyaan Ali yang sangat tiba-tiba itu.
Ali menoleh kebelakang, melihat gadis itu dengan seksama.
"Oh--"
"--Ya udah, lu mau makan apa? Gak capek apa berdiri terus kek gitu?".
"Oh shit!,sadar Shel!"
"G-gue pesan satu sosis goreng".
Setelah mendengar jawaban Shelyna, Ali pun berbalik dan mulai memesan makanan.
Skip
Shelyna sudah duduk disalah satu meja. Ali kemudian datang membawa sepiring sosis goreng ditangan kirinya dan sebuah mangkok bakso ditangan kanannya dan meletakkannya dimeja.
"Nih makan. Jangan lupa habisin".
"Hah?". Bengong Shelyna memandangi sepiring sosis goreng tersebut.
"Napa lu liatin doang?, masih Kurang banyak?". Tanya Ali namun tak mendapatkan respon apapun dari gadis dihadapannya.
"Woi!, lu budeg ato gimana sih? Hey!". Ali mulai kesal dan melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Shelyna.
Shelyna akhirnya pun tersadar dari lamunan batinnya.
"A-ah, eh? I-iya kenapa?"
"Ck! Bisa-bisa lu keserupan dasar bego! ngapain lu melamun terus dari tadi? Mending lu habisin tuh sosis goreng, keburu dingin!". Kesal Ali
"Eh? Tapi aku pesannya cuman satu"
"Kalo gue bilang habisin ya habisin, gue yang traktir dan ga usah banyak tanya langsung makan aja!" Ali kembali kesal
Malas memusingkan gadis dihadapannya Ali mulai memakan makanannya.
Humm,ya udah gue makan
Saat makan pun Shelyna masih memikirkan hantu yang ia lihat tadi.
****** Maaf yah lama banget updatenya soalnya lagi Ujian Cekolah Cay~ Pusingg aku tuhh.. *lebay lu thor.