satu,

153 19 2
                                        

"Akhh..."

Pekikan nan keras terdengar dari sudut kelas. Keadaan kelas saat itu kosong, hanya ada satu orang di sana. Benar, ia adalah yang menyebabkan suara itu.

Ia tergeletak lemah dengan darah yang keluar dari hidungnya.

Sudah hampir tiga puluh menit semenjak pekikan itu terdengar. Pintu yang semula tertutup perlahan terbuka. Seseorang dengan name tag bertuliskan Kim Jiyeon memasuki ruangan tersebut. Betapa terkejutnya ia, hingga memekik dengan keras.

"SESEORANG TOLONG, MYUNGEUN!"

gone,

Ruangan dengan nuansa serba putih sekarang ia berada. Suara peralatan kesehatan saling beradu layaknya alarm yang membangunkan di kala pagi.

Rumah sakit, ia yakin bahwa sekarang ia berada di tempat tersebut. Entah sudah berapa kali semenjak saat itu, saat dimana ia berfikir bahwa hidupnya akan hancur.

Leukemia,

Satu kata dengan delapan huruf yang sangat dibenci olehnya. Andai saja ia tak terlambat mengetahuinya, pasti tak akan seperti ini.

Ia benci dengan dirinya sendiri, ia benci dengan kebodohannya. Air mata perlahan menetes dari sudut matanya, semakin lama semakin deras. Isakan kecil yang terdengar telah berubah menjadi suara tangisan.

Sampai satu kata yang tak pernah diharapkan keluar dari bibir mungilnya,

"Aku benci hidupku."

gone,

Kriett

Pintu putih yang menjadi pemisah lorong rumah sakit dengan ruang inap perlahan terbuka. Seseorang berjubah putih masuk tanpa bermaksud membangunkan Myungeun yang tengah terlelap.

Tangannya dengan terampil memeriksa gadis tersebut, hingga sepasang netra dihadapannya terbuka. Ditatapnya sang empunya netra, wajahnya yang pucat pasi masih terlihat manis.

"Anda dokter baru?"

Suara Myungeun membuyarkan lamunannya. Dialihkannya pandangan dari Myungeun, menetralkan kembali detak jantung yang terus berpacu.

Senyuman manis ia perlihatkan ke gadis tersebut.

"Saya dokter magang disini."

"Sejak kapan? Minggu lalu saat kontrol belum ada."

"Tiga hari lalu."

"Lalu dimana dokter Seungcheol?"

"Dia sedang melakukan operasi, itu sebabnya saya menggantikannya untuk memeriksamu."

Keadaan kembali hening, laki-laki berjas putih itupun kembali memeriksa keadaan Myungeun. Sesekali ia mencuri pandang ke gadis di hadapannya tersebut.

"Namamu..."

Ucapan gadis itu tergantung, Ia nampak sedang berfikir.

"Kita belum berkenalan bukan? Siapa namamu?"

"Wonwoo, Jeon Wonwoo."

GONE, Jeon Wonwoo x Park MyungeunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang