"Noona, kangenn~"
Iya, memang selama ini Myungeun memang tak membiarkan Jisung --adik kesayangannya-- untuk menjenguknya saat masuk rumah sakit, dan sebagai gantinya ia selalu membolehkan Jisung untuk ikut menjemputnya walau hanya menunggu di dalam mobil.
Sudah menjadi kebiasaan mereka belakangan ini, saat Myungeun pulang dari rumah sakit, pasti mereka menyempatkan untuk sekedar berkeliling atau membeli makanan untuk mereka makan di rumah. Dan jangan lupakan--
"Dasar manja, baru juga lima hari."
"Tapi lima hari itu lama hyung!"
"Biarin, dasar manja!"
"Noona~ Hyung nakal ㅠㅠ"
--kebiasaan Jimin yang selalu mengganggu Jisung.
"Sudahlah, kalian ini seperti anak kecil saja. Ayo kita beli makanan, aku bosan dengan masakan rumah sakit."
"Ay--"
"Tapi..."
Ucapan Jimin terpotong dengan jawaban yang terlontar dari adik bungsunya. Jimin dan Myungeun yang duduk di bangku depan saling pandang, kemudian menatap adik mereka penuh tanya.
"Belikan aku es krim terlebih dahulu, aku sangat ingin!"
Iya, sifat manjanya mulai keluar.
gone,
"Ayolah oppa, kali ini saja. Aku sangat ingin ramen~"
Tidak, itu bukan suara Jisung, ia tengah sibuk menikmati es krim keduanya.
"Tak boleh, yang lain saja."
"Tapi aku sudah lama tidak memakan ramen, oppa."
"Tidak boleh, kamu baru saja keluar dari rumah sakit, Myungeun."
Myungeun menatap oppanya memelas, ia sangat ingin memakan ramen setelah melihat beberapa pelanggan yang tengah memakan ramen pesanannya.
Tiba-tiba ia mendapat ide, seketika ia mengalihkan pandangannya ke arah Jisung.
"Jisung, tolong bujuk oppa, aku ingin ramen!"
"Bujuk saja sendiri."
"Aishh, apa gunanya dirimu?!"
Jisung nampak tak peduli dengan noonanya itu, ia lebih memilih memakan es krim vanilla kesukaannya.
"Kalau oppa tidak mau membelikanku ramen, aku tak akan makan!"
Dan seketika itu juga Jimin pasrah dan mengatakan,
"Baiklah, tapi tanpa tambahan bubuk cabai."
gone,
Setelah insiden ramen di kedai tadi, mereka kembali ke rumah. Myungeun memilih terlebih dahulu membersihkan tubuhnya, Jisung yang sedari tadi masih asyik dengan es krimnya --yang bahkan sekarang sudah menghabiskan es krim keempatnya-- hingga mengabaikan panggilan Jimin, sedangkan Jimin sebagai yang tertua harus mengalah dan menyiapkan makan malam untuk mereka.
Memang semenjak orang tua mereka memutuskan untuk berpisah, Jimin harus menggantikan peran kedua orang tuanya. Ibunya telah menikah kembali, sedangkan ayahnya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan hanya memberikan uang untuk keperluan mereka bertiga.
"Hyung, lapar!"
"Kalau lapar itu makan nasi, jangan es krim terus, sakit perut tahu rasa."
"Oppa jangan bilang kaya gitu."
Kata Myungeun sambil menuruni tangga, kamarnya terletak di lantai dua.
"Sini Jisung makan sama noona, jangan dengerin hyungmu itu."
Berakhir dengan Jisung yang menjulurkan lidah ke Jimin, Jimin yang merasa tak diperlakukan adil oleh Myungeun, dan Myungeun yang tersenyum penuh kemenangan telah membuat kakaknya marah karena cemburu dengan Jisung.
Biarkan seperti ini untuk sementara, ia ingin pergi dengan perasaan bahagia, seperti saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
GONE, Jeon Wonwoo x Park Myungeun
Fanfic((hiatus)) Aku berusaha keras mengingatmu, di tempat di mana kita dulu bersama. Aku sangat bahagia hanya dengan berjalan di bawah hujan denganmu, tapi kau tak lagi di sini, bersamaku. --republish
