Day 7

289 55 4
                                        

"Kau tidak apa, Kuroko-cchi?" Kise-kun bertanya dengan intonasi sedikit naik, nada gusar dan khawatir terdengar jelas dari caranya bertanya. Jelas saja, aku kehilangan daya konsentrasiku dan terjatuh saat latihan karena bertabrakan dengan Kise-kun.

Sore itu aku tidak fokus dalam latihan, tidak seperti biasanya. Dewa batinku seakan tidak berpijak dalam raga, melanglang buana tampaknya.

Bagaimana tidak? Hari ini aku tidak bertemu dengan (name) sama sekali. Rasanya, hari tidak lengkap jika tidak ada keberadaan (name) dan segala tingkahnya; dari ketidakpeduliannya sampai rasa ingin tahunya.

"Gomen, Kise-kun," ujarku dengan intonasi monoton seperti biasa. "Aku tidak apa-apa, ayo lanjutkan latihan."

Akashi Seijuro yang sedari tadi hanya diam melihat ketidakfokusanku pun angkat bicara. "Kalau soal (name), kau tidak perlu khawatir, Tetsuya. Istirahat dulu sebentar, jernihkan kepalamu." Rasanya aku malu, Akashi-kun sampai berujar demikian akibat kesalahanku.

Tidak lama setelah itu, ponselku berbunyi.

Akashi-kun adalah cenayang sepertinya. Diberi waktu istirahat sejenak, kumanfaatkan untuk membuka pesan masuk, yang ternyata benar dari (name); gadis yang seharian ini membuat dewa batinku bertanya-tanya perihal keberadaan dan kabarnya.

'From: (Surname) (Name)

Hai Tetsuya, maaf aku tadi tidak masuk. Aku datang ke pertandingan voli sepupuku, skip kelas sesekali tidak apa bukan? Lagipula pelajaran sedang mudah :p
Apa ada tugas?'

Kami-sama, darahku berdesir, jantungku berdegup tidak karuan hanya dengan membaca pesan singkatnya, sebab kami jarang sekali bertukar pesan.

'To: (Surname) (Name)

Kupikir membolos bukan hal baik meski kau pintar, (name)-san.
Ada tugas matematika, sepertinya.'

Aku berusaha membalas pesan dengan cara sedikit licik, jawaban tidak pastiku membuat (name) dilingkupi rasa penasaran sehingga membalas pesan terus menerus.

Seusai latihan, malamnya aku terus bertukar pesan dengan (name) hingga larut. Pesan-pesannya terkadang jenaka dan membuatku mengulas senyum, terkadang juga membuatku ingin tahu perihal dirinya lebih dalam.

Mungkin ini efek berteman dengan Kise Ryouta yang gemar membuat pesan gadis-gadis makin memenuhi ponselnya. Kalau untukku, (name) saja sudah cukup.

Give Me 10 Days [Kuroko Tetsuya] [KnB]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang