Status : [ON GOING BUT SLOW UPDATE]
Season :
1 [✔]
2 [On Going]
Ketika [Y/N] Terjebak oleh 2 pria yang dikaguminya, siapa yang [Y/N] Pilih!?
Si Cowok Uban / si Cowok Manis?
Mereka berebut untuk mencuri hati [Y/N], dengan cara apapun, sesulit apapun...
Disetiap pagi [Y/N] yang sudah bersiap-siap itu turun melalui tangga ke ruang makan lalu menyapa kakak laki-lakinya itu.
"Ohayou.. onii-chan.."
Dengan tatapan hangat, kakaknya itu menyapa kembali adiknya, [Y/N] dengan senyumnya.
"Ohayou.."
Aku melihat sebuah Mentari Pagi yang sangat indah, hehe. Walaupun dia itu kakakku sendiri aku tetap menyayanginya.
"Nih makan.."
Aku tersenyum senyum sembari makan sarapanku, hal itu ngebuat Kak Kun menatapku heran~ ya.. namanya kuntarou Jadi kupanggil kun hehe,, entah bagaimana ayah ibu menamainya, hal itu membuatku tertawa.
Aku pun masuk ke dalam dunia imajinasiku sambil makan sarapanku ini.. namun kakakku yang brengsek sekalie ini mengacaukan semuanya.
*ctak
"Duh,, sakit~"
"Kalo makan tuh yang bener dikit dong,, dasar Marmut Cebol!" Geramnya dengan terus mencubit pipimu sampai sakit
"Iya iya! Huft" Dasar Kakak Kamprett-
Kamu menghabiskan hingga habis lalu bersiap untuk memakai sepatumu, kakakmu tiba-tiba menepuk kepalamu lembut dan berpesan
"Aku akan pergi selama 4 hari untuk berburu iblis di daerah bibi kita. Jagalah dirimu baik-baik dan jangan sampai telat makan." Katanya lembut sambil terus menepuk -nepuk kepalamu hingga rambutmu berantakan
"Yah.. tumben bener kak mau pergi ke sana"
Kakakmu menarik kedua telingamu sampai kamu teriak kesakitan, disamping itu dia berkata "Duh dasar Marmut, diem dong biarin kakak ganteng kamu ini nyari duit buat kebutuhan sehari-hari".
"Ish,, dasar kakak laknat.. awas ya kalau udah balik aku kunci seluruh tempat untuk masuk" kamu mengancam kakakmu ini dengan muka cemberut
"Udah sono pergi berangkat daripada ntar telat." ucapnya dengan nada datar setelah kamu mengancamnya
Namun kamu menjawab dengan nada yang membuat kuntarou kesal seperti "Baiklah Kakak Jerapah Laknatku!" Sambil berlari keluar rumah
Kamu pasti tau bagaimana kuntarou akan merasa marah dan kesal, namun pasti dia akan memaafkanmu. Yah begitulah kehidupanmu dirumah, selalu ada Perang Dunia 3 antar kamu dan Kuntarou.
. .
Saat dijalan kamu tersenyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana sekolah barumu nanti, sampai sampai kamu tidak sengaja menabrak siswa yang terlihat galak.
"Duh, Jalan yang bener dong! Dasar!" Teriaknya kepadamu dengan nada yang amat sekali gak pengen kamu denger
Kamu cuma menundukkan kepalamu dan kamu keceplosan ngomong gini "gua kan gak sengaja.. duh dasar Uban gede!"
Walaupun kamu berniat untuk menggerutu dengan nada pelan, namun otakmu yang tersulut api pun remnya jebol tujuh keliling.
"A-apa yang kamu katakan??" Dengan raut wajah tak terkendalikan, babang satu ini.. atau yang kamu sebut uban gede, pengen banget jitak kamu. Kamu tau dari tangan babang itu yang siap banget mau terbang ke arah kamu.
Namun entah nasib atau keberuntungan apa yang membawamu keluar dari situasi mencekamkan itu.
Dia, si Uban Gede ninggalin kamu seorang diri tanpa ngomong apapun, lalu kamu melanjutkan perjalananmu itu dengan muka pemikir kek albert einstein, alhasil kamu cuma bodo amat dan mikir nanti pasti ada cogan di kelas barumu. . . . Saat [Y/N] sampai dikelasnya, [Y/N] disapa oleh siswa berambut panjang, warna rambutnya hitam dengan gradasi hijau mint ke bawah.
"Ohayou-" Ucapnya saat mendekati [Y/N] dengan senyum manisnya, kamu juga membalas sapaannya dengan senyuman. Duh kamu hampir blushing di depannya, tapi masih kamu tahan.
Kamu pun memperkenalkan dirimu kepada yang lain, namun tiba - tiba seseorang berteriak kepadamu "Minggir kalian Kutu Kelas!" Karena dia kesal, dia menyenggolmu dengan keras, sehingga kamu jatuh dan syukurlah. Dewi penyelamat datang kepadamu, lewat cowok manis yang dengan cepat menangkapmu.
Kamu membuka matamu perlahan lalu kamu terkejut bukan kepalang, kalau mukamu dengan si manis itu sangat dekat, kamu bisa melihat wajahnya yang menanggapi si Uban dengan wajah kesalnya.
Lalu si manis itu melihat kearahmu sambil menanyaimu apakah kamu baik-baik saja atau tidak.
Kamu bangkit, dan berterima kasih kepadanya. Kamu senang karena malaikat seperti dia masih ada di dunia ini.
Namun disisi lain, si Uban menggerutu "Cih, Korban Sinetron Burik"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gimana? Bagus atau nggak? Maaf sih,,agak gimana gitu kalo bikin cerita kek gini hehe~ semoga kalian suka ya!
Jangan Lupa Vote, Comment, sama Follow ya!
Inget.. Vote itu Gampang tinggal click pake jari kok