Isi bab repost-an ini memang sengaja gk pake italic ya, soalnya langsung aku salin dari note hp, & aku jg males ngedit di sini 🤣🤣🤣
Harap maklum ye 🤣
Happy reading!
_
03 - Penawaran
“Ma, aku mau batalin perjodohanku dengan Nolan.”
Mama langsung terlihat kaget dengan pernyataan gue barusan. Kemudian matanya mengerjap-ngerjap pelan, mungkin sedang mencerna apa yang barusan gue katakan. “Kenapa? Bukannya hubungan kalian berdua baik-baik aja ya?”
“Baik dari—”
“Dan kamu juga awalnya setuju, ‘kan?” lanjut Mama yang membuat gue pengin sekali memutar bola mata. Namun, enggak gue lakukan, karena gue masih sadar jika hal itu enggak sopan dilakukan di depan orang tua.
“Kapan aku bilang setuju sih, Ma?”
Dengan santainya Mama menjawab, “Buktinya kamu mau diajak ke acara makan malam waktu itu.”
“Kan aku cuma bilang setuju dateng ke acara makan malamnya, bukan perjodohannya.”
“Enggak bisa.” Mama menolak mentah-mentah sambil menggelengkan kepalanya. “Mama maunya kamu nikah sama Nolan. Titik. Enggak pake koma.”
Gue mengerucutkan bibir dengan sebal sambil mencari-cari argumen yang pas, supaya Mama mau membatalkan perjodohan gue dengan Nolan.
“Lagian, dia itu anak baik kok. Bertanggung jawab, mapan, dan yang paling penting sayang keluarga. Dia itu idaman semua perempuan sekaligus ibu-ibu kayak Mama—”
“Tapi bukan berarti dia itu tipe idamannya aku, Ma.”
Mama hanya melirik gue sekilas, sama sekali terlihat enggak peduli sama omongan gue barusan. “Yang artinya, rugi banget kalau Mama sampai batal dapetin dia sebagai anak mantu.”
Makin ke sini, telinga gue selalu terasa panas setiap kali ada orang yang memuji Nolan sampai sebegitunya.
Well, ini bukan pertama kalinya Mama membanggakan Nolan di depan gue. Bahkan sebelum gue bertemu sama dia dan tahu namanya pun, Mama sudah sangat gencar menceritakan semua kelebihannya Nolan.
Laki-laki yang akan dijodohkan dengan kamu itu, begini, Re. Begitu, Re. Blablabla, banyaklah pokoknya. Sampai gue sendiri merasa muak, tapi Mama enggak pernah sekalipun membahas tentang Nolan yang hobi banget flirting-flirting enggak jelas.
“Aku punya penawaran nih buat Mama,” kata gue sembari tersenyum tipis supaya Mama enggak merasa curiga.
“Apa?”
“Aku bakalan setuju buat jalanin dulu perjodohan ini, tapiiii kalau enggak ada kemajuan apa-apa, plus Nolan bikin kesalahan yang enggak bisa dimaafkan, aku mau Mama janji sama aku untuk langsung batalin perjodohannya. Gimana?”
Mama enggak langsung menjawab, dan gue hanya menatapnya dengan harap-harap cemas.
Lalu, Mama pun menghela napas panjang. “Oke. Dengan berat hati, Mama setuju sama penawaran kamu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Something About You (Repost)
Literatura FemininaKriteria lelaki idaman menurut Rekha Maheswara: satu keyakinan, bertanggung jawab, sayang keluarga, tidak banyak omong, dan bukan cowok playboy. Tahu-tahu ia malah dijodohkan dengan seorang lelaki yang sama sekali tidak memenuhi semua kriterianya, y...
