"apa lagi yang di buat wanita itu" ucap Devan memijat pelipisnya
"Wanita mu memang sangat agresif man!" Tawa Reon kecil.
Devan hanya mendengus sebal, pasalnya ia sudah jengah melihat tingkah laku wanita pilihan ibu tirinya itu. Ayah nya juga sangat mendukung perjodohan ini, meski mereka mengatakan bahwa ini masih perkenalan namun tetap saja seperti pemaksaan.
Devan harus bersikap baik dan manis kepada wanita itu, tak lain tak bukan adalah Cecilia Andehan. Faktanya ia sangat terganggu dengan semua sikap nona keluarga Andehan. Banyak hal konyol dia buat demi menarik perhatian Devan yang sejatinya tidak diperdulikan oleh Devan.
Langkah nya sangat tergesa-gesa, sudah muak dengan tingkah yang tidak berguna dan malah terlihat kekanakan. Lihat saja apa lagi modus wanita ini di depan Devan.
"Apa yang kau lakukan?"
Refleks Cecilia berbalik menghadap Devan, ia tersenyum kecil. Senyum secantik dan semenarik mungkin, di dukung dengan wajah yang cantik membuat siapa saja akan membeku. Membeku karena mengagumi wanita yang tengah membuat sensasi.
"Seperti biasa, ingin bertemu dengan mu! Apa harus sesulit ini?" Cecilia berdecak sebal.
Devan hanya mendengus tidak suka, buat apa bertemu? Kalau hanya akan membuat harinya buruk. Apa waktu wanita itu hanya berputar dan berporos di Devan saja? Mustahil.
Gilanya Cecilia, ia melipat mobil Devan dengan sepatu hak tingginya, sehingga memicu suara alarm mobil berbunyi dan itu memalukan. Banyak orang yang panik dan melihat, takut terjadi kemalingan, tidak lucu jika ada kemalingan di gedung kantor yang terkenal.
Keluarga Andehan bukan keluarga sembarangan, keluarga kaya ini sangat tersohor. Banyak memiliki perusahaan besar, kantor agensi, properti dan banyak lagi.
Namun bagi Devan itu biasa saja, tidak menarik perhatiannya. Malahan ia semakin menyadari bahwa keluarga Andehan tidak sesempurna itu, buktinya seorang putri keluarga itu sangat menyebalkan. Melakukan hal konyol seperti kebiasaan baginya, atau makanan sehari-hari.
"Apa mau mu?" Tanya Devan tidak perduli sejujurnya. Cecilia hanya membuang-buang tenaga.
"Tidak banyak! Hanya makan siang bersama"
"Aku banyak urusan"
"Urusan kamu bilang? Heh?" Cecilia tertawa kecil
"Aku sudah bersabar dengan mu! Jangan pikir aku tidak bisa memaksa mu?" Lanjut Cecilia dengan nada mengancam.
Y A
Menyebalkan sekali pikir Clarissa, kenapa harus di cium? Itu membuatnya gila. Sedari tadi ia tidak bisa menghapus ingatan dari lelaki yang menciumnya secara tiba-tiba itu, sialnya ciuman itu sangat manis.
Hari yang buruk, sekarang Clarissa duduk di lobi menunggu Naomi yang katanya ada urusan.
Sejak duduk dari sejam yang lalu Clarissa selalu bergerak gelisah tidak menentu, melakukan berbagai cara supaya ia tidak gugup.
"Kenapa lama sekali?" Clarissa mulai bosan dengan kesendirian ini.
Sudah tidak ada yang di kenalnya. Membuat Clarissa pasrah semoga Naomi cepat kembali dan mereka bisa langsung pulang.
"Hai!" Sapa seorang pria.
Clarissa mendongak menatap pria tersebut, sepertinya agak mirip seseorang pikirnya.
"Kenapa?" Tanya pria tersebut lagi.
Clarissa hanya diam, ia menunduk tidak mau menatap mata pria tersebut. Tatapan itu teduh dan menyenangkan. Nyaman saja menatapnya tapi ia tidak mau terlalu lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Angel
FantasyManusia hanya makhluk yang egois dan serakah bagi Clarissa,namun mengapa hatinya selalu membawanya pulang. Pulang ke hati seorang manusia yang bahkan membuatnya terluka dan kehilangan segalanya. Ig:@Ayunda_syan345 WP:@AyundaSanjani
