Kini Yukei dan juga salsa sedang berada di kafe tempat biasa ia Nongki Nongki saat sedang ada waktu luang.
Baru saja Yukei ingin meneguk minumannya tiba tiba
Bugggggh
Meja mereka di pukul oleh seseorang yang datang tak dipanggil, pulang tak diantar.
Karena salsa ingin tau siapa pelaku itu, ia mendongakkan kepalanya dan ternyata terpampang jelas Reza yang raut mukanya sedang nampak marah
"Eh Reza. Ngapain kesini?" Tanya Yukei takut
"Seharusnya gwe yang tanya. Kenapa lo nyelakain Tamara? Salah apa dia sama Lo?" Emosi Reza membludak, ingin sekali ia menghabisi kedua iblis yang tak punya hati itu namun ia ingat Norma agama tentang larangan membunuh
"Nyelakain gimana maksudnya?" Salsa pura pura tak tau
"Jangan belaga ga tau deh. Gwe tau bahwa Lo berdua itu iblis pembunuh!"
"Eh kalo ngomong dijaga ya. Sorry gwe ga pembunuh. Dia tu yang pembunuh" Yukei berteriak tepat didepan Reza sambil menunjuk salsa
"Eh, lu kok nuduh gwe?" Cerca salsa
"Kan emang lu yang nabrak si Tamara!"
"Penghianat!"
"Asal Lo tau ya! Ini orang yang udah nyelakain si Tamara itu!" Yukei menunjuk salsa
"Ooo. Jadi lu yang nyrempet si Tamara? Punya salah apa dia ha sama lu? Jawab!" Kini reza benar benar marah besar.
Yukei dan salsa hanya menunduk takut jika sudah melihat Reza marah
"Tapi ini akan rencana Lo!" Elak salsa sambil menunjuk Yukei tepat di depan matanya
"Bodo amat. Bye" Yukei pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang berdebat
"Sekarang Lo minta maaf ga sama tamara!"
"Kalau ga. Bakal gwe laporin lu ke polisi!" Ancam reza
Hening.
Salsa diam, ia sangat bingung. Mengapa Reza begitu cepat mengetahui seseorang yang menyelami Tamara itu.
"Iya gwe yang salah. Tpi lu tau darimana kalau gwe pelakunya?" Tanya salsa
"Ga penting. Sekarang lu ke rumah sakit. Cepetan minta maaf sama Tamara!"
"Iya iya!"
Setelah paksaan kejam dari Reza, akhirnya salsa mau menuju rumah Sakit yang sekarang ditempati oleh Tamara.
Mereka berdua menuju rumah sakit menggunakan mobil Reza karena saat Reza ke kafe tadi ia juga menggunakan mobil.
Mereka berdua sekarang sudah berada di dalam lorong rumah sakit, salsa berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Reza, karena Reza sudah mendahului langkahnya
"Tunggu Napa za" kesal salsa.
Namun tak ada jawaban dari Reza.
Tiba tiba tanpa Reza sadari, salsa menggenggam tangan kanannya. Reza hanya bisa diam melihat orang tengil seperti dia.
Sekarang, sampailah mereka didepan ruang inap kamar Tamara.
Cekrek.
Pintu terbuka, salsa terkejut karena disitu juga ada Yukei sedari tadi
"Lo ngapain ke sini?" Tanya salsa sambil menatap Yukei
"Suka suka gue lah mau kemana!" Cerca Yukei
Tamara yang melihat mereka berdua hanya diam lemas tanpa kata kata.
"Buruan, minta maaf" Reza menyenggol lengan salsa
"Udah, biarin Yank" ucap Clara sambil melihatkan senyuman termanisnya ke reza.
"Hek Hem. Baper gwee" sahut Yukei
"Gwe juga kei" sahut icel sambil pura pura terharu
"Apaan sih cel. Jadi malu ah" Clara mendorong lembut tubuh icel.
Revan yang sedari tadi diam melihat perbincangan tak penting mereka, Revan mulai bersuara.
.
.
.
.
.
.
Kira kira Revan mau ngomong apaan ya? Apakah salsa benar ingin meminta maaf ke Tamara atau sekedar janji manis belaka?
Silahkan baca part selanjutnya.
Thx ya guys. Jangan lupa vote dan koment.
Follow ya wattpad author
Atau Ig author yaitu @futuh_fx.
Thank you muach💗
KAMU SEDANG MEMBACA
TROUBLE MACKER (BLM REVISI)
Short Story⚠️OTW REVISI ⚠️ WARNING * Ini bukan cerita sang ketos bertemu siswa baru * Ini bukan cerita cowok dingin ketemu cewek gatel * Ini juga bukan cerita Badboy ketemu goodgirl Ini cerita tentang genk yang sangat ditakuti disekolahnya, sebut saja ALKASTA...
