Jessica's POV
SHANIA!. Ya, pesan singkat dari Shania. "Kamu benar-benar panjang umur Shan" batin Jessica membuka pesannya.
From: Shania
To :Jessica
Dear Jessica, apa kau baik-baik saja disana? Kuharap baik. Aku begitu rindu pada persahabatan kita. Sebentar lagi, aku akan berkunjung ke Indonesia dari New York naik pesawat. Kamu tunggu aku yaa!. Kamu sudah terima kabar dari Britta? Jika sudah beri tahu aku yaa. Sekian pesan dariku. See you later, friend!
With love, Shania
Itulah isi pesan Shania. "Angie!, pesan dari Shania! Pesan dari Shania!!!" seruku jejeritan. "Hah?! Seriously? Liat!" seru Angie merebut HPku. Ia membaca semua pesan dari Shania. Begitu selesai membaca, matanya berbinar senang. "Ini berarti Shania akan berkunjung kesini sebentar lagi!" seru Angie dengan senyum lebar. Aku ingat pada Bella. Apakah alu perlu menghubungi Bella yang sedang marah dengan Angie? Kurasa ia butuh waktu sebentar untuk berpikir. Aku dan Angie menyelesaikan makanannya dan segera pulang di antar mama Angie yang dari tadi hampir kami abaikan karena kami keasyikan bercerita.
Angie's POV
Aku masih berpikir mengapa Bella tiba-tiba marah padaku. Bahkan ia sempat bilang aku gadis lemah. Mengapa disaat aku seperti ini, ia malah menjauhiku? Aku saja bersyukur masih ada Jessica yang mau menemaniku. Tapi tentang Bella ku abaikan dulu. Aku ingin sekali menghubungi Shania dan Britta. Aku rindu sekali pada mereka. Oh iya, aku kan bisa kirim email. "Email Shania apa ya? Apa aku tanya Jessica dulu? Mungkin sebaiknya begitu" pikirku. Aku pun menelepon Jessica dan bertanya apa email Shania dan Britta.
Via telp
"Kalau email Shania itu... Shania.xx@xxx.com. kalau Britta aku belum tahu" jawab Jessica di seberang telepon.
"Oh ya sudah thanks ya" kataku.
"Ya, bye!" Jessica mengakhiri pembicaraan.
Aku akan kirim pesan padanya sekarang juga. Sementara itu...
Bella's POV
Aku bodoh atau apa sih? Kenapa aku malah musuhi Angie disaat seperti ini? Aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk menenangkan perasaanku. Beberapa menit kemudian, aku melihat ada sebuah email dari seseorang. Begitu kulihat itu email dari kedua sahabatku yang lama, Britta dan Shania!. Oh, betapa rindunya aku dengan mereka. Aku pun segera membacanya dan membalasnya. Britta titip pesan agar emailnya ku forward ke Angie dan Jessica. Terpaksa aku mem-forward pesannya itu. Aku senang sekali karena Britta dan Shania akan berlibur disini. Akhirnya liburanku kali ini bisa berwarna, karena liburan sekolah akan dimulai 2 minggu lagi. Aku tak sabar ingin segera bertemu Britta dan Shania. Aku pun tak jadi pergi ke perpustakaan.
--- 2 minggu kemudian ---
Jessica's POV
Aku menelepon Angie dan Bella untuk ketemuan di taman bunga Lavender. Angie sih setuju saja. Sedangkan Bella yang masih agak marah lumayan susah. Tapi begitu kubilang Britta dan Shania akan datang ke taman bunga Lavender, ia langsung bersemangat. Hanya dalam waktu 30 menit, aku sudah rapi dan siap. "Ma, aku main sepeda ke taman bunga Lavender sama Angie dan Bella yaa!" seruku. "Hati-hati ya sayang, pulangnya jangan sampai jam 2!" balasnya. Aku segera mengeluarkan sepeda putihku dan melesat menuju taman. Saking senangnya, aku hampir lupa kalau Angie masih butuh dituntun. Angie memang sudah sembuh, namun ia masih butuh sedikit bantuan untuk memulihkan kakinya secara total. Aku memutuskan untuk menjemput Angie ke rumahnya. Baru saja mau jalan, sepeda Bella dengan sengaja menabrak pelan sepedaku. "Haha... kau terlambat kawan, aku sudah menjemput Angie" cibir Bella. Kulihat boncengan Bella. Ya, ia memang membonceng Angie. Angie hanya tersenyum. Aku, Bella, dan Angie duduk di bangku taman sambil mengobrol dan menunggu kedatangan Shania dan Britta. Sekitar 50 menit kami menunggu. "Duh, lama banget, kita cari makanan dulu yuk!" ajak Bella sambil celingak-celinguk dan memegangi perutnya. "Sabarlah sedikit, mungkin mereka dalam perjalanan" kata Angie. "Tapi aku lap..." kata-kata Bella terputus ketika ada seseorang menepuk bahunya. Aku dan Angie menoleh ke arah belakang Bella. Aku dan Angie hanya bisa teriak. Dia adalah....
---Hello readers, vote and comments jangan lupa yaa, maaf kalau ada yang salah dan terlalu pendek, see you!---
KAMU SEDANG MEMBACA
True Friends [COMPLETED]
General FictionKenangan terburuk dan menyedihkan ini terjadi pada persahabatan Angie, Jessica, dan Bella. Bella satu-satunya gadis yang harus merasakan kesedihan yang banyak. Angie mengalami suatu kejadian yang hampir memisahkan persahabatan mereka. Namun persahab...
![True Friends [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/26622543-64-k128539.jpg)