chapter 13; please, be happy (2)

583 86 7
                                        

Ada yang kangen aku ga?

Hayo, aku ngetik ini sampai 500 kata lebih. Parah banget kalo ga pada kangen.. Mwehehe,.

***

Yerim menghela nafas nya sedari tadi pikiran nya tidak bisa diajak kerja sama, besok adalah hari dimana ia harus melaksanakan ujian akhir. Buku yang sudah ia buka sepuluh menit lalu tidak ada yang bisa masuk ke otak nya. Entah, apa yang ada dipikiran yerim saat ini sampai belajar pun tidak fokus.

Lagi-lagi yerim melamun memikirkan banyak hal yang ada dipikiran nya saat ini. Benar, kata orang cinta pertama memang lah sulit untuk dilupakan mau seberusaha keras pun kalau saja lingkungan tidak mendukung dan masih terbayang dengan orang yang selalu ada di hati itu akan terasa sangat sulit.

Di sisi lain, yerim senang jaehyun datang di waktu yang tepat, bahkan saat bersama jaehyun ia bisa dalam sekejap melupakan nama jungkook. Tapi jika di kesendirian nama itu akan terlintas lagi dipikiran nya. Apakah itu tanda nya ia harus membuka lembaran baru termasuk cinta yang baru untuk hati nya?.

Yerim menekuk lututnya dan menyembunyikan wajah nya. "appa,apa yang harus kulakukan?."

malam itu yerim kembali terisak di tengah kesunyian malam.

***

Tidak ada raut kebahagiaan dari wajah tampan seorang jeon jungkook selalu saja wajah muram dan lesu yang ia tampak kan, tapi sifat dingin dan sarkastik nya masih tertanam di dalam dirinya. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Menyerah atau mengambil hati yerim kembali?. Tentang perkataan nya semalam tentang ia merelakan yerim itu tidak akan pernah terjadi, ia tidak serius dengan perkataan itu. Tidak sanggup.

Kalau saja akhir nya seperti ini dan hanya kenyataan pahit yang ia dapat, sudah sedari dulu jungkook akan memperlakukan yerim layaknya sepasang kekasih. Kala itu, jungkook terlampau sakit hati karena dikhianati oleh yein dan dia hanya ingin membalas dendam dengan memiliki yerim sebagai kekasih nya dan memanas-manasi yein akan penyesalan yang ia lakukan kepada jungkook. Dan itu semua berakhir sia-sia, jungkook sekarang yang dilanda penyesalan dan perasaan menyesakkan yang tidak bisa dibendung.

Jungkook menangis.

Biarkan malam ini menjadi saksi bisu bahwa jungkook benar-benar menyesal akan perbuatan nya.

***

Yerim terbangun dari tidur nya bangun dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi, menatap nanar wajah yang terlihat sangat memprihatinkan, mata yang bengkak dan memerah serta bekas air mata yang terlihat mengering di pipi nya.

Sebegitu nya kah?

Tanpa pikir panjang yerim langsung mandi dan segera bersiap, tidak lupa juga menghilangkan bekas-bekas air mata sialan yang membekas.

Kenapa juga ia harus menangisi orang yang sudah membuat nya sakit hati.

Selesai mandi dan berpakaian bahkan berdandan yerim turun dan menghampiri sang ibu. "morning, yerimie."

Yerim mengulas senyum nya kearah sang ibu. "morning, bu."

"oh iya, tentang kau ingin kita pindah ke daegu, ibu sudah bilang kepada kakek dan nenek bahwa cucu nya yang cantik ingin tinggal disana. Kira-kira kapan acara kelulusan mu?" sembari menaruh sepotong roti di atas piring dan memberi nya kepada yerim.

"aku belum tahu, ujian akhir akan berakhir lusa. Mungkin sekitar tiga hari setelah ujian akhir atau bahkan seminggu setelah ujian."

"baiklah, kalau begitu cepat beritahu ibu jika pengumuman tentang acara kelulusan mu sudah keluar, agar ibu mempersiapkan kepindahan mu ke daegu."

"oke."

Dering ponsel di atas meja makan berbunyi.

Apa kau sudah siap, yerim? Aku sudah di depan.

Sang ibu yang menyadari langsung berujar. "pergilah, jaehyun sudah menunggu mu, bukan?. Ah iya berikan ini kepada jaehyun bekal buatan ibu ucapan terima kasih karena sudah menolong anak ibu tadi malam." sambil memberikan sekotak sandwich dan susu kotak ke hadapan yerim.

Yerim menghela nafas nya. "ya, nanti akan ku berikan bekal ini. Aku berangkat ya." jawab yerim, mengecup pipi sang ibu dan pergi.

Yerim turun dengan tergesa-gesa dan menghampiri mobil yang sudah menunggu nya. "maaf sudah membuat menunggu lama."

"tidak masalah, ayo berangkat." ujar jaehyun, membuka kan pintu mobil.

Di perjalanan menuju sekolah tidak ada percakapan sama sekali, yerim yang fokus menghadap keluar jendela dan jaehyun yang fokus menyetir. Tidak sampai dua puluh menit mobil jaehyun sudah sampai di perkarangan sekolah.

"oh iya sunbae, ini ada bekal titipan ibu dan aku disuru untuk memberikan nya kepada mu." katanya sebelum keluar dari mobil.

"benarkah? Kenapa bibi baik sekali kepada ku padahal kita baru ketemu tadi malam."

"katanya ucapan terima kasih karena sudah menolongku tadi malam."

"oh begitu." jaehyun menerima bekal yanh ada di tangan yerim. Saat yerin hendak keluar lengan nya ditahan oleh jaehyun.

"yerim-ah aku tau ini terlalu cepat, bukan kah aneh bahwa kita baru dekat beberapa hari lalu dan aku sudah memiliki perasaan kepadamu." ucap nya tulus. "mungkinkah aku mencintaimu?"

-TBC-

Holla fellas! Aku balik ni..

Seperti yang aku bilang bahwa aku perpanjang chap ini karena aku baru bisa update, maaf kalo emang mengecewakan..

Oh iya, setelah aku liat liat ternyata vote nya bertambah, apakah 50 vote bisa kita terapkan?

Notes; disitu kan jaehyun dipanggil sunbae ya, aku jelasin disini. Jaehyun itu ngulang lagi tahun yang sama kayak yerim seharusnya dia sudah lulus.

Jangan lupa vote dan comment nya ya...

Kalo ada yang ga ngerti bisa ditanyain,oke.

Soal skandal yang dialami sama 97'line apa tanggapan kalian? Jujur aku kasian ama mereka yang nerima banyak hujatan para netizen bermulut pedas, ya iya sih mereka emang salah tapi kan mereka juga udh minta maaf dan ga bakal ngulangin lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Soal skandal yang dialami sama 97'line apa tanggapan kalian?
Jujur aku kasian ama mereka yang nerima banyak hujatan para netizen bermulut pedas, ya iya sih mereka emang salah tapi kan mereka juga udh minta maaf dan ga bakal ngulangin lagi. So sad:(

Thank u💙

 When I Am GONE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang