"aku hanyalah debu, yang selalu kau coba untuk hilangkan dari jendela hatimu".
•••
Suhu pagi itu sudah mencapai dibawah lima derajat. Awal musim dingin memang selalu dapat membuat siapapun hanya ingin berkutat malas dibalik selimut tebal atau Kotatsu (biasa disebut meja penghangat) didalam rumah masing-masing. Ditemani coklat hangat atau soju untuk mereka yang sudah legal umurnya. Tapi, jadwal liburan musim dingin masih terbilang jauh. Jadi, angan-angan untuk bisa menghangatkan diri di rumah tak bisa terealisasikan secepat itu.
Yerim mengeratkan mantel tebal yang membungkus tubuh mungil nya, hela napas mengepulkan asap dari perbedaan suhu yang terlalu jauh. Disini Yerim berdiri diam, dibawah naungan atap halte bis yang akan mengantarnya ke sekolah. Jam sudah menunjukkan pukul enam lewat lima belas. Tak biasanya bis terlambat selama ini.
setelah lima belas menit menunggu dan perjalanan menuju sekolah memakan waktu dua puluh menit akhirnya dirinya sampai di sekolah tanpa terlambat. masih ada waktu sepuluh menit lagi untuk masuk kelas, dan memutuskan untuk ke kantin terlebih dahulu karena tadi belum sempat sarapan apapun. itu karena ibu pergi lebih awal ke kantor katanya ada meeting mendadak. membeli sepotong sandwich dan mulai mencari tempat duduk, sambil menunggu bel masuk berbunyi ia memutuskan untuk membaca buku terlebih dahulu.
"yerim, ya ampun ku pikir kau sudah di kelas tak taunya ada disini" seru seorang wanita yang langsung menempati tempat di depan yerim
"aku lapar in ha-ya aku belum sarapan, tadi ibu berangkat lebih awal dari biasanya" balas yerim tanpa menatap wajah sang sahabat.
"apa kau sudah melihat jungkook pagi ini?" tanya in ha yang dibalas tatapan malas oleh yerim
"Tidak tahu, ayo kita ke kelas jangan sampai kita terlambat di hari pertama ujian" balas yerim yang langsung berdiri dan meninggalkan in ha
"yak!tunggu aku"
•••
Pagi ini sangat dingin sekali dan salju yang terlihat tidak terlalu lebat. Jungkook memutuskan untuk ke sekolah menggunakan mobil. Ya, walaupun jarak dari rumah ke sekolah hanya memakan waktu lima belas menit.
Rambu lalu lintas itu sudah berganti berwarna merah mobil yang dikendarai jungkook pun berhenti. sambil menunggu lampu berubah berwarna hijau, jungkook melihat sekeliling dan tatapan nya terhenti saat melihat seseorang yang sedang berdiri di halte. Ya, itu kekasih nya kim yerim tapi entah kenapa jungkook malas untuk menjalankan mobil nya ke arah itu padahal lampu sudah berubah tetapi jungkook tidak ada niat sedikit pun untuk menuju kesana dan dengan terpaksa jungkook membiarkan yerim datang ke sekolah seorang diri.
"jungkook-ah" panggil seorang wanita yang bernama jung yein dia adalah termasuk golongan wanita terpopuler di sekolah nya sama dengan jungkook. Terkadang mereka berdua banyak menerima dukungan jikalau menjadi sepasang kekasih, tetapi jungkook menolak mentah mentah jika yein menjadi kekasih nya.
" ada apa?" balas jungkook enggan untuk menatap yein yang bergelandut manja di lengan nya.
"mari ke kelas bersama" ajak yein menarik lengan jungkook
Entah, kenapa dirinya tidak merasa risih jika bersama yein, jungkook juga tidak tau apa yang ia rasakan,di satu sisi ia tidak mau mengecewakan yerim yang notaben nya adalah kekasih nya tapi di satu sisi ia tidak merasa terganggu jika di dekatkan oleh yein. Aneh. Itu yang jungkook rasakan.
Saat hendak menuju kelas tatapan ku terpaku dengan wanita yang kupikirkan sejak tadi, bulu mata yang lentik bola mata yang berwarna coklat gelap, cantik.cantik sekali. mungkin jika siapapun kaum adam yang memperhatikan nya akan terdiam dan mulai akan terpesona sama apa yang jungkook rasakan sekarang.
"yerim-ah" panggil jungkook sambil menghempaskan tangan yein yang bertengger di lengan nya.
Yerim tersenyum sangat lembut seakan akan menyembunyikan sirat kekecewaan yang amat mendalam, jungkook tau itu. Menurutnya, yerim adalah wanita yang kuat dan juga lembut walau jungkook tau terkadang yerim sering menangis di kesendirian nya dan itu karena dirinya. Ya, aku jeon jungkook.
"yak! Kim yer-" sahut in ha dari arah belakang
"ayo ke kelas in ha-ya aku rasa ujian akan dimulai sebentar lagi, kalau begitu aku duluan, jung" balas yerim masih dengan senyum lembut nya dan meninggalkan jungkook yang masih terdiam. Entah kenapa itu membuat hati nya sesak, tapi jungkook juga tidak tahu apa yang harus dilakukan nya.
•••
-TBC-
Kayaknya belum terlalu nge feel ya.
Maaf, masih pemula soalnya hehe.
Jangan lupa vote sama comment nya ya:)
Thank u💙
KAMU SEDANG MEMBACA
When I Am GONE
Fanfiction[ON GOING] Jeon jungkook pria yang tidak tahu cinta dan perasaan nya sendiri membuat dia menyesal telah melepaskan cinta nya hanya karena perasaan nya yang terbilang masih abu-abu. Jangan terlalu memaksakan diri terlihat kuat, karena bertahan diant...
