Pertemuan 3

1.5K 80 2
                                        

Play on the music for better experience

Junjou LOST (track 12) - Ost Junjou Romantica

Dingin...
.
.
.
Itu yang kurasakan saat ini
.
.
.
Elmo POV

Angin malam yang dingin membelai suraiku. Terlalu dingin malam ini, rasanya sampai ketulang seakan - akan aku diterjam panah es. Mengapa sangat gelap? Aku tak bisa melihat. Apa aku pingsan? Mungkin ini saatnya aku sadar meskipun hanya sebentar. Sepertinya  kepalaku ditidurkan pada sesuatu yang agak empuk, apa aku di kasur? Bukannya aku dijalanan tadi.

Tunggu!!
.
.
.
Jalanan?
.
.
.
Pria itu..
.
.
.
Hazel!!

Aku membuka mata perlahan - lahan karena rasa ingin tau tentang pria bermanik hazel yang menolongku. Aku terkesiap dengan posisi tidurku yang seperti anak bayi dalam dekapan ibunya. Dan.. Apa yang kupegang ini?? Sesuatu yang lebar dan membidang.

"Astagaa ini dada??!!"

"Mengapa begitu nyaman dan indah?"

Aku mendongak ke atas untuk melihat rupa siluet bermanik hazel ini. Meskipun aku memandanginya dari bawah, dapat kulihat bentuk rahangnya yang bagus, tajam, dan membuatnya terlihat seperti orang kuat. Jakunnya benar - benar memperlihatkan sosok kejantannya. Kulitnya seputih salju dan dibalut oleh pakaian serba hitam sungguh perpaduan yang pas.

Ketika aku sedang asik memandangi keindahannya yang tidak realistis. Dia menyadari bahwa aku telah tersadar dan sedang memandanginya. Mengetahui hal itu, dia langsung menghadap kebawah. Mata kami saling bertemu. Aku membulatkan mataku sambil berbinar.

"Di-diaa tampan sekali!! Sungguh tidak realistis :v"

Dia tampak bingung karena aku memandanginya cukup lama. Siapa yang dapat memalingkan penglihatan mereka ketika sedang cuci mata. Manik hazelnya yang bernyala - nyala dapat menghipnotis setiap pasang manik yang menatapnya. Hidungnya yang mancung terbentuk dengan baik menambah kesan ketampanannya. Sorotan matanya begitu tajam bagai tatapan mata elang dan kelam layaknya langit malam. Alisnya yang tebal dan tegas menambah kesan bahwa dia seorang alpha. Rambutnya hitam, sehitam bulu burung gagak tertata rapi menunjukkan bahwa dia layak mendapatkan kehormatan.

"Sungguh!! Pria tampan yang ideal >o<"

Tapi aku ini straight :v jadi aku hanya akan sekedar mengagumi saja. Tiba - tiba dia mengangkatku lalu mendudukanku berhadapan dengannya dalam pangkuannya.

Badum..!
.
.
.
Badum..!
.
.
.
Badum!

"Ada apa dengan jantungku?? Kenapa berdetak begitu kencang? Apa aku sedang jatuh cinta?? Tidak mungkin! Aku ini straight!!"

"Siapa namamu?" Tanya lelaki itu pada Elmo.

"SIALAN!! Suaranya benar - benar maskulin sekali!! Jadi iri deh"

"E-El Elmo!" Ucapku sedikit terbata - bata kemudian kutundukkan kepalaku karena malu.

"Elmo.. nama yang bagus :)" ucapnya sambil tersenyum.

Aku semakin menundukkan kepalaku karena senyumannya begitu tulus dan menambah ketampanannya.

" Astaga aku ingin menangizz ini terlalu indah."

"Kenapa kau menundukkan kepalamu? Apa masih terasa sakit?" Tanyanya dengan nada yang lembut.

"Ehm.."

[BL] Because of YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang