0 2 : J E R A T

21 4 1
                                    



~Banyak yang tertipu dengan tenangku.Banyak pula yang menyadari banyak pilu meregang sukma ku.Tapi fakta sebenarnya,aku hanya sebatas mimpi buruk yang menjelma jadi nyata~


"Mas Saga,punten,tadi bu Gyana nyuruh mas Saga telfon secepatnya."Suara Mbok Darni menyambut Sagara yang baru saja memasuki dapur.

Sagara tak langsung menjawab.Bola matanya menerawang sejenak apa yang menyebabkan ibu angkat nya itu memintanya untuk menelfon.

"Mama kapan bilang gitu ke mbok?"Tanya Sagara pada Mbok Dar yang sedang mengupas buah buah an.

"Tadi pagi,sebelum Mas Saga bangun.Terus ada suaranya si dedek lagi nangis kenceng banget."Jelas Mbok Dar membuat Sagara mengernyit.

"Namira nangis?"Tanya Sagara memastikan,lalu dijawab dengan anggukkan oleh mbok Dar.Tanpa pikir panjang,Sagara bergegas menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi mamanya.

Setelah dua kali sambungan,akhirnya Sagara bisa mendengar suara mamanya.

"Halo,Ma?"

"Wisnu!Kamu kemana aja?Pasti baru bangun kan?Liat jam dong mas,masa jam 11 gini baru bangun sih?"Sagara menjauhkan ponselnya sejenak dari telinga ketika suara mamanya menyapa dengan sedikit keras.

"Iya ma,maaf,tadi pagi habis sholat aku langsung tidur.Semalam aku baru pulang dari kantor jam setengah empat,"Jelas Sagara pada mama nya.

"Udah dibilang lho mas,Kerja tu inget waktu.Emangnya pak Subagyo ngasih kamu kerjaan segunung apa gimana sih?Heran mama,kamu tuh kaya gak ada waktu buat diri sendiri.Kasian loh ini si adek kangen kamu sampe sakit begini." Sagara terkejut setengah mati mendengar kalimat terkahir yang mama nya ucapkan.

"Hah?Namira sakit Ma?Kok gak ngabarin aku?"

"Loh ini namanya apa kalo bukan ngabari?Kamu dari pagi mama minta nelfon,jam segini baru bisa nelfon."Sagara mengusap wajahnya mendengar omelan sang mama.

"Iya ma,maafin aku.Nanti habis jumatan aku langsung berangkat kesana.Mama mau dibawain apa?"

"Bawa Dessert Box aja buat si Adek.Dia kalau demam gini maunya makan yang manis manis."

"Oke.Oiya,Namira udah dibawa ke dokter Ma?"

"Udah semalam dianter papa.Kata Dokter karna kecapekan aja"

"Yaudah ma,Aku mau mandi dulu,bentar lagi biar berangkat Jumatan."

"Iya.Hati hati ya nak nanti.Gak perlu ngebut."

"Iya,Ma.Titip cium buat pipi gembil nya Namira."Ucap Sagara mengakhiri percakapannya dengan sang Mama.

"Mbokkk,Mbok Daaar," Sagara menutup pintu balkon,lalu bergegas menuju dapur mencari Mbok Darni.

"Eh iya mas,ada apa?Mau makan?"

"Iya mbok,laper."

"Bentar mas,disiapkan dulu" Ucap Mbok dar,Sagara memilih mendudukkan diri di kursi makan sambil memainkan ponselnya.

"Mbok,Saga habis Jumatan nanti mau ke rumah Mama.Kemungkinan minggu malam baru balik.Jadi Mbok kesini nya senin pagi aja.Terus nanti habis dhuhur Mbok boleh langsung pulang."

"Mas Saga nginep karna kangen si Adek ya?"Tanya Mbok Dar yang sedang menyusun nasi dan lauk diatas meja makan.

"Kangen lah mbok,udah sebulan gak ketemu gara gara aku lembur terus.Namira aja sampe sakit begitu."

DEPENDS On YOUWhere stories live. Discover now